| Kamis, 07 Desember 2006 | MURIA |
Mengalah, PR Jaleca Pindahkan PabrikKUDUS - Setelah dianggap mengganggu proses belajar mengajar SD Kramat serta kehidupan sebagian warga Desa Kramat, akhirnya Pabrik Rokok (PR) Jaleca memindahkan pabriknya ke Desa Bacin, Kecamatan Bae. Keputusan itu disampaikan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja, Soenarno, melalui Kepala Seksi Penegak Peraturan daerah, S Trimo, Rabu (6/12) kemarin. Ditemui di halaman pabrik Jalan Pemuda usai mengadakan pertemuan dengan pimpinan PR Jaleca, H Anwar, Trimo menyatakan pemindahan itu memakan waktu sedikit lama. "Sekitar satu atau dua minggu lagi, PR Jaleca akan pindah ke Desa Bacin. Kepindahan mereka kami harap bisa mengurangi keluhan warga soal bau tembakau, cengkih, serta saus rokok,'' jelasnya. Trimo menambahkan, kepindahan pabrik rokok tersebut tinggal menunggu perizinan yang sedang diurus. "Selama izin untuk mendirikan pabrik di Bacin belum selesai, pihak pabrik masih meneruskan aktivitasnya di sini," ungkapnya. Namun, dia menjamin bau yang timbul sudah tidak akan mengganggu lagi. Trimo juga menjelaskan, Rabu (6/12) malam, diadakan pertemuan antara warga, pimpinan PR Jaleca, serta perangkat desa. Saat ditanya usulan program bina lingkungan sebagai solusi masalah tersebut, Trimo mengaku sudah melaksanakannya. Namun, pimpinan PR Jaleca lebih memilih pindah tempat. Camat Kota yang diwakili staf Satpol PP Kecamatan, Amin W, mengungkapkan, akan muncul kerugian apabila pabrik tersebut pindah. "Secara umum mungkin kita tidak rugi, tapi kalau dilihat dari sisi pekerja silakan hitung sendiri," ucapnya. Menurut Amin, para pekerja yang berasal dari Desa Kramat atau sekitar pabrik itu nantinya harus menambah pengeluaran biaya transportasi menuju lokasi pabrik baru. Salah satu guru SD Kramat, Sri Kadarsih, menyatakan, bau yang menusuk hidung kembali tercium Rabu (6/12) pagi. "Tadi (kemarin) pagi bau tersebut muncul lagi dan baru hilang beberapa jam kemudian," terangnya. Dia mengaku, setelah muncul berita di media massa, bau yang membuat anak didiknya mengenakan masker selama mengikuti proses belajar mengajar itu hilang. Anwar sendiri, hingga kemarin, belum bisa ditemui. Sesaat setelah terlihat mengikuti pertemuan dengan Satpol PP dan utusan kecamatan, yang bersangkutan menghilang. Saat para wartawan berusaha menemui, salah satu asistennya mengatakan Anwar tidak ada di tempat. (dit-29h) |