| Kamis, 07 Desember 2006 | SEMARANG |
Warga Sumberrejo Minta Direlokasi
DEMAK- Puluhan rumah warga RT 03 RW 07 dan RT 02 RW 06 Desa Sumberrejo, Kecamatan Mranggen, Demak, mengandung aliran listrik yang diduga akibat radiasi Saluran Udara Tegangan Ekstratinggi (SUTET). Jika dinding dan atap rumah mereka diuji dengan tespen, lampu tespen akan menyala. Kenyataan itu membuat warga khawatir akan berdampak negatif bagi kesehatan. Warga meminta PLN segera merelokasi mereka. Karimah (40), seorang warga yang rumahnya tidak jauh dari SUTET menuturkan, bukan hanya dinding dan genteng rumahnya yang teraliri listrik. Seluruh tubuhnya jika ditespen, ternyata juga teraliri listrik, terutama ketika hujan. Saat hujan, tubuhnya terasa gemetar seakan kesemutan. Hal yang sama juga dirasakan oleh warga sekitar. Ia bersama suami dan ketiga anaknya juga merasakan getaran seperti itu. ''Ketika tubuh saya ditespen, ternyata lampu tespen menyala. Saya juga sempat kaget bisa seperti itu. Anak-anak saya juga demikian,'' kata Karimah. Warga sekitar merasa waswas terhadap potensi dampak negatif yang ditimbulkan oleh SUTET. Karimah mengakui telah menerima uang kompensasi atas tanahnya yang dilewati kabel bertegangan tinggi, senilai Rp 6.500/meter. Warga menerima uang itu karena dalam sosialisasi yang dilakukan petugas PLN, dikatakan SUTET tidak berbahaya dan tidak menimbulkan risiko apa pun. ''Namun, kenyataannya rumah kami terkena radiasi aliran listrik. Pokoknya, kami minta PLN bertanggung jawab dan merelokasi kami. Saya tidak mau hidup seperti kabel yang selalu teraliri listrik,'' katanya. Terpaksa Pindah Aliran listrik juga menyala di genteng SD Negeri 02 Sumberrejo dan MI Ruchaniyah. Di daerah itu terdapat 23 rumah warga Desa Sumberrejo yang berada di bawah SUTET. Dari jumlah itu, dua keluarga terpaksa membongkar rumahnya dan pindah ke lokasi yang lebih aman. Kedua rumah itu adalah milik Sumardi (43) dan Ngapuan (44). Kepala Desa tersebut, Muhammad Supriyadi mengatakan, sudah memberitahukan kepada PLN Semarang. Oleh petugas PLN dijelaskan, hal itu terjadi karena belum dipasang ground atau semacam arde listrik. PLN menjanjikan dalam waktu dekat akan memasang ground di tempat itu. ''Tetapi, sampai sekarang yang dijanjikan belum juga dipasang.'' Supriyati menjelaskan, SUTET mulai dialiri listrik pada 7 November 2006. Pada waktu bersamaan, warga mendapati rumahnya mengandung aliran listrik. Sementara itu, Koordinator LSM Forum Komunikasi Rakyat dan Mahasiswa Demak (FKRMD) Muhammad Rifai, kemarin memastikan aliran listrik di genteng dan dinding warga. Hasilnya, tespen yang ditempelkan pada dinding dan genteng menyala. Menurut dia, adanya aliran listrik pada rumah berpotensi menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan warga. Dari hasil penelitian Dr dr Anies Mkes pada warga di bawah SUTET 500 kV di Pekalongan, Pemalang, dan Tegal menunjukkan, bahwa besar risiko electrical sensitivity bagi yang bertempat tinggal di bawah SUTET 500 kV adalah 5,8 kali lebih besar dibandingkan dengan penduduk yang bertempat tinggal jauh dari SUTET. Medan elektromagnetik yang berasal dari SUTET berisiko menimbulkan gangguan kesehatan, yaitu berupa gejala hipersensitivitas yang dikenal dengan electrical sensitivity, antara lain keluhan sakit kepala dan keletihan menahun. ''Jadi, sangat mungkin kondisi di Sumberrejo akan berdampak pada kesehatan penduduk di sekitarnya,'' jelas Rifai. (H1-37) |