| Kamis, 07 Desember 2006 | SEMARANG |
Gajahmungkur Hindari Juru KunciSEMARANG - Menghadapi Pekan Olahraga Warga Kota Semarang (Porwakos) yang akan digelar 16-23 Desember nanti, kontingen Kecamatan Gajahmungkur tidak mencanangkan target khusus. Bagi kecamatan yang berpenduduk 60.000 jiwa itu, tekadnya dalam kegiatan ini adalah menghindari posisi juru kunci. Camat Gajahmungkur, Budi Raharjo mengatakan, tahun pertama penyelenggaraan Porwakos digunakan sebagai ajang penjajakan. ''Tahun depan baru berani memasang target yang lebih baik,'' katanya saat ditemui di kantornya kemarin. Menurut Budi, kesulitan yang dihadapi timnya adalah mepetnya waktu persiapan. Jangka waktu dari pelantikan KONI Kecamatan yang dilakukan Oktober lalu, kemudian pelaksanaan Porwakos pada Desember, dinilainya terlalu mepet. "Kami tidak punya kesempatan melakukan persiapan. Selain itu, faktor dana yang terbatas membuat kesulitan dalam proses seleksi atlet," ujarnya. Karena keterbatasan itulah, Gajahmungkur terpaksa tidak menyertakan beberapa cabang, di antaranya bola basket putri dan bola voli putri. Kontingen ini akan berkekuatan 130 orang, baik atlet dan ofisial. Budi menyebutkan, sebenarnya pihak kecamatan sudah melakukan pendekatan dengan pengusaha. Namun hingga kini belum ada pemasukan apa pun. Dilihat dari fasilitas olahraga di wilayah ini, sebenarnya tidak ketinggalan dengan dareah lain. Kompleks GOR Jatidiri, lapangan tenis PLN, PDAM, BNI dan lapangan sepakbola Pegandan berada di wilayah ini. Begitu pula klub-klub olahraga relatif banyak. Namun hingga kini kecamatan itu belum bisa menggali potensi tersebut secara optimal. Meski demikian, Budi menegaskan, kontingennya tetap berharap mampu meraih medali emas di beberapa cabang, seperti dari catur dan tenis. Cabang catur mengandalkan master nasional Edi Santoro. Sedangkan untuk cabang tenis, Gajahmungkur mengandalkan Rahmawan, atlet Jateng yang tampil dalam ajang Porkorpri. (H32-18) |