| Kamis, 07 Desember 2006 | SEMARANG |
Terkait Eks Transmigran GorontaloPemkot Upayakan BantuanBALAI KOTA - Bagian Sosial Setda Kota Semarang menjanjikan pengupayaan bantuan untuk eks transmigran Gorontalo asal Kota Semarang. Namun, bentuk bantuan serta jumlahnya, akan dibicarakan lebih lanjut setelah Bagian Sosial memperoleh informasi yang komplet tentang mereka. Demikian disampaikan Kepala Bagian Sosial Mustohar, ketika ditemui Suara Merdeka di kantornya, Rabu (6/12). Dikatakannya, pihaknya akan berkoordinasi dengan Disnakertrans yang menjadi leading sector penanganan persoalan yang terkait dengan ketransmigrasian. ''Sampai saat ini kami belum memiliki data yang jelas soal eks transmigran Gorontalo itu. Kami juga baru tahu, setelah membaca koran hari ini (kemarin-Red),'' kata Mustohar. Seperti diberitakan sebelumnya, sejumlah eks transmigran Gorontalo asal Semarang hidup menggelandang di sejumlah titik di Kota Semarang. Mereka merupakan bagian dari 23 KK transmigran asal Jateng yang dipulangkan setelah empat bulan bertransmigrasi di Gorontalo. Sebab, tempat mereka bertransmigrasi, yakni Desa Owata, Kecamatan Bolango Utara, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, dianggap tidak layak. Mereka juga tidak memperoleh tanah seperempat hektare yang dijanjikan pemerintah. Sebelumnya, Ketua Komisi D Ahmadi mengatakan, Bagian Sosial Setda Kota Semarang harus segera mengambil langkah untuk membantu para eks transmigran. Dia memahami, persoalan penempatan dan pemulangan transmigran menjadi tanggung jawab Depnakertrans dan Disnakertrans Provinsi. ''Tapi karena mereka terpaksa menggelandang di jalanan Kota Semarang, tentu Pemkot melalui Bagian Sosial harus mengulurkan bantuan,'' ujar Ahmadi. (H9,H12-62) |