| Kamis, 07 Desember 2006 | SEMARANG |
Belum Ada Kejelasan dari PemprovDana Investasi Tol Masuk ke Kas DaerahSALATIGA - Anggaran penyertaan modal pembangunan jalan tol Semarang-Solo senilai Rp 7 miliar dalam APBD 2006 Salatiga kemungkinan besar batal digunakan pada tahun ini. Sebab, rencana pembangunan jalan tol yang melewati kota tersebut belum ada kejelasan hingga sekarang. Sekda Kota Salatiga Drs H Sutedjo MSi mengatakan, anggaran Rp 7 miliar tersebut memang belum disetorkan kepada provinsi sebagai penyertaan modal. Karena itu, jika tidak ada kejelasan soal proyek tersebut, penyertaan modal ditunda dan dana itu dikembalikan ke kas daerah. ''Nantinya akan diluncurkan pada APBD 2007 untuk rencana investasi yang sama,'' kata dia, kemarin. Dijelaskannya, keikutsertaan Pemkot Salatiga dalam penyertaan modal tersebut sejalan dengan kebijakan provinsi. Terlebih lagi, pembangunan jalan tol tersebut sejalan pula dengan percepatan kegiatan ekonomi melalui fasilitas transportasi. Anggota Komisi II DPRD Budi Santoso SE membenarkan, jika belum ada kejelasan kapan pembangunan jalan tol tersebut dimulai, dana Rp 7 miliar dikembalikan ke kas daerah. Selanjutnya, akan dialokasikan dalam investasi yang sama pada APBD 2007. Namun jika tahun berikutnya pembangunan jalan tol tersebut juga masih belum ada kejelasan, lanjut dia, sebaiknya ditarik untuk kepentingan rakyat, sampai ada kejelasan dari provinsi. ''Namun kami tetap berharap investasi tersebut dapat dilaksanakan. Karena jangka panjang pembangunan jalan tol itu sangat bermanfaat,'' kata Budi. Menguntungkan Seperti diketahui, DPRD Kota Salatiga pada Februari 2006 lalu sepakat menginvestasikan Rp 7 miliar pada tahun pertama dari APBD 2006 untuk pembangunan jalon tol Semarang-Solo. Keputusan tersebut didasarkan pertimbangan investasi jangka panjang yang menguntungkan. Sesuai dengan penjelasan tim provinsi, perlu adanya sharing investasi dan bagi hasil jika tol melewati kabupaten/kota tertentu. Sistem tersebut disambut baik oleh DPRD meskipun melewati pembahasan yang alot soal sumber dana investasi. Disepakati, dana investasi Rp 7 miliar tersebut diambil dari cadangan APBD Kota Salatiga sebesar Rp 4 miliar. Adapun total dana cadangan APBD sebesar Rp 30 miliar. Semenetara kekurangannya sebesar Rp 3 miliar diambilkan dari dana tak tersangka yang totalnya Rp 5 miliar. Sebelumnya, Tim Percepatan Pembangunan Jalan Tol Jateng, yang terdiri atas Bakorlin, Bina Marga, Bappeda, PT Jasa Marga, dan instansi terkait datang ke DPRD Kota Salatiga membahas rencana investasi jalan itu, Desember tahun lalu. Jalan tol yang melewati Salatiga sepanjang 6.000 meter. Sharing modal dari Pemkot Salatiga Rp 44,62 miliar berdasarkan persentase sharing modal seluruh kabupatan dan kota yang dilewati. Modal dari Salatiga tersebut dapat dicicil dalam beberapa tahun. (H2-62) |