| Kamis, 07 Desember 2006 | SEMARANG |
Pembunuh Walno Ditangkap di TangerangSEMARANG- Kerja keras pengungkapan kasus pembunuhan di CV Wimo Gang XII/261-262 oleh anggota Reskrim Polwiltabes Semarang dan Polres Semarang Timur, menuai hasil. Seseorang yang diduga sebagai pelaku, H, diringkus dalam perlariannya di Tangerang, Banten, Rabu (6/12). Informasi yang diperoleh Suara Merdeka menyebutkan, tersangka ditangkap bersama seorang teman wanitanya S. Mereka kemudian dibawa ke Polwiltabes Semarang untuk diperiksa. Hingga pukul 16.00 saat berita ini diturunkan, rombongan anggota Reskrim yang membawa tersangka masih dalam perjalanan menuju ke Semarang. Belum ada keterangan resmi dari pejabat kepolisian di jajaran Polwiltabes. Kasat Reskrim Kompol Agus Rohmad SIK SH MHum belum bersedia berkomentar banyak soal itu. "Saya belum bisa berkomentar. Tunggu saja nanti," ujarnya, ketika ditemui di ruang kerjanya. Seperti diberitakan SM (2/12), Walno alias Waldo (22), warga Wonosobo ditemukan tewas mengenaskan dalam keadaan meringkuk di dalam sebuah sumur sedalam 1,5 meter di gudang CV Wimo di Kompleks LIK Gang XII/261-262, Genuk, Kamis (30/11). Beberapa barang berharga milik korban yang raib adalah Honda Supra X H-4355-DL, ponsel Nokia 6100, dan dompet berikut isinya. Belum diketahui apa motif pembunuhan tersebut. Namun, menurut keterangan, S masih berstatus istri dari saksi Nor Akhid Nawawi (22), warga Desa Suruh, Salatiga. Hubungan Nor Akhid dan S kurang harmonis, sehingga terjadi pisah ranjang. Nor Akhid merupakan teman kerja korban, Walno. Keduanya teman dekat karena tidur dalam satu kamar di tempat kerjanya. Bisa jadi, pengungkapan kasus itu berawal dari keterangan Nor yang membuat polisi melakukan pegejaran hingga ke Tangerang. Kemungkinan lain, bisa juga berawal dari sebuah pesan singkat dari nomor yang tak dikenal seusai peristiwa pembunuhan. Pesan singkat tersebut diterima seorang karyawati CV Wimo, berisi kabar tentang kematian Walno. Hanya, pesan itu terkesan mengejek kepada si penerima pesan. Dari nomor ponsel, polisi melakukan pelacakan. Dugaan terhadap tersangka dikuatkan dengan ditemukannya kendaraan milik korban di Jl Merak, satu jam setelah pembunuhan terjadi. Pelaku diduga kuat pergi ke Stasiun Tawang, lalu naik KA untuk kabur ke Jakarta. Analisa itu lebih gampang, karena lokasi antara Jl Merak dan Stasiun Tawang relatif dekat. (G5,H21-18s) |