logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 07 Desember 2006 KEDU & DIY
Line

Penambang Manual Mendapat Toleransi

BOROBUDUR - Penambang pasir Merapi boleh tersenyum lega. Bupati Magelang Ir H Singgih Sanyoto memberikan toleransi kepada para penambang manual untuk menggali pasir tanpa memiliki izin dari pemerintah daerah lebih dulu.

ìKarena sekarang sedang banjir lahar, banyak kiriman material vulkanik ke hulu sungai. Apalagi ini urusan perut,î kata Bupati Singgih, kemarin, usai menyerahkan bantuan untuk korban gempa di GOR Gemilang, Sawitan.

Sambil diterbitkan peraturan daerah yang baru mengenai penambangan pasir Merapi, dia menekankan kepada mereka untuk tetap mengikuti aturan, yakni memelihara lingkungan dan tebing sungai.

"Soal perda, kita memang berpijak pada aspek kehati-hatian, mengingat dampaknya yang berkepanjangan. Pada kemudian hari apakah kawasan penduduk itu boleh ditambang. Kalau kawasan penduduk, tidak bisa diperbarui. Berbeda dari sungai yang pasirnya bisa diperbarui," tuturnya.

Dia khawatir, kawasan penduduk yang ditambang pasirnya itu menimbulkan masalah lingkungan pada kemudian hari. Seperti diberitakan (Kamis, 1/12), Suharno SSos, Kades Kaliurang, Kecamatan Srumbung, mengusulkan SK Bupati No 19/2004 ditinjau kembali, karena kondisi kawasan penambangan mulai berubah. Apabila tak ada intensifikasi penambangan, dikhawatirkan laju banjir lahar tak terkendali, sampai ke permukiman penduduk.

"Intensifikasi itu bisa berupa operasionalisasi begu untuk membuat kantong-kantong lahar sehingga laju banjir lahar dapat dihambat. Kalau kantong-kantong lahar tak dibuat , mungkin akan banjir lahar sampai Jembatan Krasak lagi seperti tahun 1970-an. Sebab, banjir masih mungkin terjadi lagi," katanya. (pr-66)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA