| Kamis, 07 Desember 2006 | INTERNASIONAL |
LINTAS JAGATSaddam HusseinBAGDAD - Saddam Hussein hadir di persidangan kasus genosida Rabu kemarin, sehari setelah dia menyatakan akan memboikot pengadilan tersebut. Mantan presiden Irak itu memasuki ruang sidang sambil tersenyum lebar. Dia duduk bersama enam terdakwa lainnya. Dalam pernyataan tertulis yang dibacakan pengacaranya Selasa lalu, Saddam merasa berkali-kali dihina oleh Khalifa dan para jaksa. ''Saya tidak bersedia terus-menerus dilecehkan oleh kalian,'' kata Saddam. ''Oleh karena itu, saya tidak akan menghadiri persidangan yang sesungguhnya hanya banyolan ini.'' Hakim Ketua Mohammed Oreibi al-Khalifa kemarin memanggil saksi dari pihak jaksa. Padahal Senin lalu, dia memutuskan persidangan itu tidak akan mendengarkan keterangan para saksi. Saddam dan enam terdakwa lainnya menyatakan tidak bersalah atas segala tuduhan kejahatan kemanusiaan terkait pembantaian etnis Kurdi Irak. Saddam juga didakwa melakukan genosida dalam kasus itu. Saddam sebelumnya divonis hukuman gantung dalam kasus pembantaian 148 warga Syiah Dujail. Namun tim pengacaranya Selasa lalu mengajukan banding pada sebuah pengadilan Amerika dalam upaya menunda eksekusi hukuman mati itu. (rtr-ben-26) Thailand Bergolak, 11 Tewas YALA - Kaum militan menewaskan 11 orang di Provinsi Yala, Thailand selatan, selama gejolak kekerasan dua hari terakhir. Dua di antara korban tewas itu adalah polisi Thailand. Dalam serangan terakhir, seorang penganut Buddha tewas ditembak di sebuah pom bensin di Yala, kemarin sore. Polisi mengatakan, militan kemudian mencuri truk milik korban. Beberapa saat sebelumnya, dua pria ditembaki sekelompok pengendara motor di provinsi yang sama. Seorang serdadu juga tewas akibat ledakan bom pinggir jalan. Prajurit itu bertugas mengawal rombongan guru. Dua serdadu lainnya terluka dalam insiden tersebut. Dua petugas polisi perbatasan menemui ajal dalam serangan militan di Provinsi Pattani. Di Provinsi Narathiwat, seorang pedagang muslim berusia 48 tahun tewas ditembak dua militan yang berpura-pura menjadi pembeli. Selasa lalu, dua orang muslim (termasuk bocah lelaki berusia 13 tahun) meninggal akibat diberondong tembakan di Narathiwat. Polisi juga melaporkan bahwa dua orang menjemput maut akibat aksi pengeboman di depan ruang pamer mobil di Yala. (rtr-ben-26) |