logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 07 Desember 2006 EKONOMI
Line

Suku Bunga BI Diperkirakan Turun 50 Poin

JAKARTA- Suku bunga Bank Indonesia (BI rate) diperkirakan akan turun sekitar 50 basis poin (bps) menjadi 9,75 persen dari sebelumnya 10,25 persen.

Hal ini disebabkan faktor internal maupun eksternal, seperti inflasi dan perbedaan dengan suku bunga AS (the Fed) sangat memungkinkan.

''Potensi BI rate turun sangat besar sehingga bisa menjadi satu digit,'' ujar pengamat pasar uang Farial Anwar kepada Suara Merdeka di Jakarta, kemarin. Rencananya, hari ini BI akan melaksanakan Rapat Dewan Gubernur yang antara lain akan membahas BI Rate.

Farial mengatakan, inflasi year on year (12 bulan) pada November yang 5,27 persen dan jika inflasi sepanjang 2006 sekitar 6-7 persen maka sangat mendukung penurunan BI rate paling tidak 50 bps.

''Apabila BI rate sebesar 9,75 dan inflasi 7 persen maka perbedaannya adalah 2,75 persen. Namun jika inflasi lebih rendah maka perbedaanya akan semakin tinggi lagi. Ini masih sangat bagus,'' paparnya.

Dia menambahkan jika dibandingkan dengan suku bunga the Fed yang 5,25 persen dan BI rate 9,75 persen maka perbedaan sebesar 4,5 persen. ''Ini juga masih besar sehingga orang tidak akan lari memegang dolar AS. Apalagi, mata uang dolar AS juga sedang terpuruk terhadap mata yang lainnya seperti dengan yen, euro, atau poundsterling. Jika orang memegang dolar maka akan rugi sendiri,'' jelasnya.

Saat ini BI Rate sebesar 10,25 persen. Pada Desember 2005 besaran BI rate 12,75 persen. BI rate turun pertama kali tahun ini pada 9 Mei, sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 12,50 persen.

Rekor Baru

Pasar saham masih menikmati bullish yang terus berlangsung. Pelaku pasar memburu saham-saham berkapitalisasi besar. Pada penutupan perdagangan Rabu (6/12), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 7,670 poin (0,43%) menembus rekor baru di 1.784,428.

Antisipasi window dressing akhir tahun dan January Effect, dengan mengakumulasi saham unggulan terus menyelimuti lantai bursa. Sentimen rencana penurunan BI Rate dalam Rapat Dewan Gubernur Kamis ini menambah semarak lantai bursa. BI diyakini memangkas suku bunga 25-50 basis poin dari posisi saat ini 10,25 persen.

Kabar pelepasan saham PGN oleh pemerintah akhir tahun ini juga turut mendorong ramainya transaksi saham pelat merah itu. Indeks LQ-45 naik 1,878 poin (0,48%) pada level 392,230 dan Jakarta Islamic Index (JII) naik 2,950 poin (0,96%) pada level 311,515.

Perdagangan di seluruh pasar mencatat transaksi sebanyak 35.004 kali, dengan volume 2,932 miliar unit saham, senilai Rp 3,151 triliun.(bn-59)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA