| Rabu, 06 Desember 2006 | SALA |
Hujan Lebat, Abu Merapi Turun
KLATEN - Hujan cukup lebat di puncak Merapi, Senin malam (4/12), membuat penduduk di Desa Balerante, Tegalmulyo, dan Sidorejo, Kecamatan Kemalang, kembali cemas. Guguran material mengeluarkan suara gemuruh keras, meski luncurannya tidak mencapai radius delapan kilometer. Bahkan, menurut Riyadi, warga Sidorejo, abu vulkanik, yang diduga akibat luncuran lava pijar yang tertimpa hujan, sempat muncul sekitar pukul 18.00. Abu itu hanya tipis dan sebentar, sehingga tidak banyak dipedulikan warga. Abu tersebut hanya terlihat saat menempel di sepeda motor dan atap rumah. ''Masih sangat tipis, tetapi kami tetap khawatir juga,'' ujar dia. Apalagi, lava pijar masih saja terlihat jelas saat sore dan malam hari. Dilihat dari Sidorejo dan Balerante, lava pijar banyak mengarah ke Kali Gendol. Namun, suara dan kepulan asapnya dapat dilihat jelas dari desa itu. Lava Pijar Kadus Balerante, Jainu, menjelaskan, tidak ada lava pijar atau awan panas yang mengarah ke Kali Woro. ''Kalau ke Kali Gendol awan panas tersebut dapat kami lihat, tetapi kali Woro aman dari lava pijar,'' tutur dia. Lava pijar yang menuju Kali Gendol terlihat mulai pukul 16.00, dengan meninggalkan gumpalan awan panas yang membubung ke langit, sehingga awan itu terlihat dari depan rumahnya. Dia mengatakan, meski hujan cukup lebat, aliran material ke Kali Woro tidak banyak. Yang terdengar hanya suara gemuruh runtuhan material biasa, tidak disertai lahar dingin. Kondisi lokasi penambangan pasir di hulu Kali Woro, kemarin pagi, juga ramai. ''Tidak ada banjir lahar dan pasir, kami masih menggali pasir yang meluncur beberapa hari lalu,'' ungkap seorang penambang, Arjo (45). Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Pelindungan Masyarakat Drs Eko Medi Sukasto mengimbau penambang pasir untuk tutup sementara waktu. ''Kami tidak memaksa, karena itu mata pencaharian mereka. Namun, alangkah baiknya dihentikan, sebab curah hujan mulai tinggi,'' harap dia. Meski tidak ada banjir lahar lagi dalam jumlah besar, penambang harus waspada dengan longsoran tebing. Sebab, tebing yang digali bagian bawahnya rentan longsor. (H34-67h) |