logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 06 Desember 2006 NASIONAL
Line

Catatan dari Brisbane (3-Habis)

Menikmati Live Music di Area Publik


SM/Setiawan HK AKSI WESTLIFE: Grup vokal asal Irlandia, Westlife, tampil di Queen Street Mall, pertengahan November lalu. Hampir setiap hari, panggung terbuka di tempat itu untuk atraksi atau pemeran seni. (57j)

WARGA Brisbane biasa menyebut tempat itu dengan nama city. Yang dimaksud dalam hal itu adalah pusat kota. Di kawasan itu ada City Hall (Balai Kota)m yang merupakan bangunan bersejarah. Gedung tua itu masih digunakan, meskipun sudah ada bangunan baru sekitar 100 meter dari tempat tersebut, untuk aktivitas berbagai instansi di lingkungan Pemerintah Kota Brisbane.

Bangunan baru dibuat agak nyeleneh dengan warna silver dan hijau sehingga berkesan modern. Maka terlihat kontras dengan gedung-gedung di sekitarnya yang rata-rata bangunan tua dan dinominasi warna cokelat.

Pusat kota mudah dijangkau dengan angkutan umum. Bisa menggunakan angkutan darat (taksi dan bus), bisa pula dengan sarana transportasi air yang menyusuri Sungai Brisbane (City Cat dan City Ferry). Dengan kapal tersebut, penumpang turun di Dermaga North Quay.

Queen Street Mall yang memiliki panjang hingga setengah kilometer, adalah bagian dari kawasan pusat kota tersebut. Seperti halnya kota-kota lain, di kawasan tersebut terdapat mal, restoran, toko, dan berbagai tempat aktivitas perekonomian lainnya.

Kawasan itu benar-benar dibuat nyaman untuk pejalan kaki, sekadar kongkow, atau membuat janji bertemu dengan teman, pacar, dan relasi. Mulai dari urusan pekerjaan, jalan-jalan, belanja, makan, mengais rezeki lewat seni, hingga ngobrol ngalor-ngidul dengan teman, setiap hari terlihat di tempat itu. Sejumlah orang yang bergabung dalam komunitas punk pun selalu ada di kawasan tersebut.

Diapit deretan toko, supermarket, restoran, dan tempat kegiatan ekonomi lainnya, tempat terbuka yang bebas dari kendaraan tersebut dilengkapi dengan bangku, taman, dan sebuah panggung terbuka untuk atraksi kesenian. Meski terbuka, tempat itu tetap teduh. Bangunan tinggi di sekitar melindunginya dari sinar matahari.

Kesan yang saya tangkap, benar-benar hidup dan supersibuk. Berdasarkan data dari Brisbane Marketing (Lembaga Pemasaran Brisbane), setiap hari tak kurang dari 160.000 pejalan kaki melintas di tempat itu.

Panggung terbuka lengkap dengan kamar ganti dan ruang pengatur sound system yang ada di salah satu sudut area publik itu pun tak pernah sepi dari kegiatan seni. Bisa saja hari ini pentas musik, besok tari modern, lusa pameran seni. Begitu seterusnya.

Musik

Bahkan, pada pertengahan November lalu grup vokal Westlife menyapa fansnya yang mayoritas kaum hawa dari atas panggung tersebut. Meski hanya membawakan empat lagu, boys band asal Irlandia yang digawangi Shane Filan, Nicky Byrne, Mark Fechily, dan Kian Egan, itu cukup memuaskan ratusan pejalan kaki di kawasan ramai tersebut.

Sejenak ratusan orang yang lalu lalang di Queen Street Mall merapat ke pembatas besi yang hanya berjarak sekitar satu meter dari bibir panggung. Mereka begitu leluasa menonton gratis pelantun tembang ''You Raise Me Up'' tersebut. (Setiawan HK-46a)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA