logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 06 Desember 2006 KEDU & DIY
Line

Optimalisasi Terminal Terbentur Kondisi Jalan

KEBUMEN - Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kebumen Drs Slamet Budiono MM mengatakan, untuk mengoptimalkan terminal bus tipe A masih butuh perubahan rute angkutan. Selain itu, kondisi jalan ke terminal bus harus dilebarkan.

''Kami tidak bisa sendirian. Sebab, pelebaran jalan dari Sijago menuju terminal kewenangan Dinas Kimprasda dan saat ini belum juga terwujud,'' katanya kepada Suara Merdeka menjelang rapat Dewan Transportasi Kabupaten di Polres, kemarin.

Menurutnya, beberapa tahapan untuk mengoptimalkan terminal bus telah dilakukannya. Mulai penyiapan rambu, marka jalan, dan lampu bangjo. Juga mengundang paguyuban angkutan. Namun kelengkapan sarana jalan harus dipenuhi pula.

Pihaknya tidak bisa memaksakan semua angkutan masuk terminal bila kondisi jalan masih seperti sekarang. Untuk itu Dishub menyambut baik usulan Polres Kebumen melakukan penataan ulang sistem transportasi lokal guna mencari akar masalahnya.

Slamet juga menjelaskan, dalam sistem transportasi, banyak pihak terlibat. Selain dinas teknik, ada pula pihak lain seperti Dinas Kimprasda, kepolisian, awak angkutan, dan masyarakat itu sendiri. Namun pihaknya tetap berupaya secara bertahap memfungsikan terminal bus lebih optimal.

Sistem Transportasi

Secara terpisah Kapolres Kebumen AKBP Drs Firli MSi mengakui, memang bukan persoalan mudah untuk memfungsikan terminal di jalan lingkar selatan tersebut supaya lebih ramai. Apalagi sebelum terminal baru beroperasi, tidak didahului dengan penataan sistem transportasi.

Menurut Kapolres, seharusnya sebelum membangun sarana terminal, dilakukan survei untuk mengetahui kondisi transportasi. Dengan begitu, saat terminal dipindah, langsung diikuti pengalihan jalur angkutan. Dalam hal ini kewenangan memberikan izin trayek ada pada Dishub.

Namun masih ada pihak lain yang terlibat, mulai DPRD, pemkab, dinas, dan juga masyarakat. DPRD juga perlu membuat aturan yang jelas, Dishub yang membuat izin trayek. Dishub perlu merunut kembali dari bawah semua jalur angkutan bisa lancar atau tidak.

Kapolres mencontohkan, bila jalur dari desa ke kecamatan dan kemudian ke kabupaten sudah terlayani angkutan umum, menjadi tidak masalah. Namun bila dalam satu jalur ada angkutan yang terputus karena jalan belum siap, jalan rusak atau penumpang tidak ada, itu yang harus dipecahkan.

Kapolres mengakui, memang untuk membangun sistem tidak semudah membangun sarana fisik. Membangun terminal lebih mudah, asal ada dana, bisa selesai. Adapun sistem transportasi biasanya tidak dianggarkan. ''Lebih baik lagi jika masalah transportasi ini dirunut dari bawah. Syukur ada survei sehingga bisa dicarikan solusi yang tepat,'' tandas Kapolres. (B3-39v)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA