logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 06 Desember 2006 KEDU & DIY
Line

Para Guru Bantu Khawatir Tak Diangkat

PURWOREJO - Pengurus pusat forum komunikasi guru bantu mendatangi Komisi X DPR RI, baru-baru ini. Pada prinsipnya mereka menyampaikan keluhan tentang nasib guru bantu (GB) dan peluang diangkat menjadi CPNS yang semakin tidak menentu.

Alasan mereka, GB yang sudah dinyatakan lulus seleksi pada tahun 2005 sebanyak 51.654 orang di seluruh Indonesia sampai sekarang belum ada SK pengangkatannya. Padahal jumlah GB se-Tanah Air sebanyak 212.264 orang. Maka mereka mengadu ke DPR agar nasib mereka diperjuangkan oleh pemerintah.

Anggota Komisi X DPR RI yang antara lain membidangi masalah pendidikan, H Daromi Irdjas SH MSi, menginformasikan hal itu, kemarin. Menurut dia, para guru bantu itu khawatir pengangkatan mereka menjadi CPNS tidak akan tuntas. Sebab Menteri Negara PAN pernah berjanji pengangkatan GB sampai 2007.

Maka mereka minta pemerintah secara sungguh-sungguh memperhatikan nasib GB dengan menerbitkan SK pengangkatan sebagai CPNS. Mereka mengharap seluruh guru bantu bisa diangkat sampai 2007. ''Saya yakin pemerintah masih punya jalan keluar supaya keluhan guru bantu tidak mengiang terus,'' tandasnya.

Berkenaan dengan hal itu wakil rakyat asal Purworejo ini berharap hendaknya Menneg PAN dan BKN segera memikirkan pengangkatan GB menjadi CPNS. Paling tidak setiap tahun anggarannya jelas berapa GB yang diangkat. Dengan demikian akan memudahkan DPR dalam menyusun anggaran.

Dibayar APBN

Sebab GB dibayar dengan dana APBN. Karena itu, kalau setiap tahun tahu berapa GB yang diangkat maka anggarannya dikurangi. ''Ini sangat tergantung ketegasan BKN. Selain itu supaya tidak menyulitkan Komisi X dalam menyusun anggaran,'' ujarnya.

Lebih lanjut dia menyatakan, berdasarkan informasi yang masuk ke Komisi X ternyata ada beberapa pemda lebih memperhatikan pengangkatan pegawai honorer.

Dengan pertimbangan karena pegawai honorer didanai APBD sedangkan GB APBN. Lebih memilih mengurus honorer karena mengurangi beban APBD. ''Ada kesan guru bantu tidak diangkat tidak apa-apa karena toh dibiayai dana APBN,'' tuturnya.

Dengan kondisi seperti itu dia memaklumi kalau guru bantu resah. Setidaknya ada 160.610 orang guru bantu yang waswas. Sebab mereka belum lolos seleksi.

Menurut rencana, Komisi X akan memanggil Menneg PAN untuk diminta ketegasannya mengenai nasib GB khususnya dan pegawai honorer pada umumnya. Akan ditanya pula rencana merevisi PP No 48 Tahun 2005 tentang Pengangkatan Tenaga Honorer Menjadi CPNS yang sampai saat ini belum dilakukan. (yon-39v)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA