| Rabu, 06 Desember 2006 | KEDU & DIY |
Disiapkan 600 Ton BerasYOGYAKARTA - Bersamaan dengan datangnya musim penghujan yang mulai mengguyur wilayah DIY dan Jawa Tengah pada awal Desember ini, Badan Koordinasi Nasional (Bakornas) Penanggulangan Bencana Alam mengimbau masyarakat berhati-hati. Pasalnya, bersamaan dengan datangnya musim hujan, sering terjadi berbagai musibah seperti banjir, tanah longsor, dan luapan banjir lahar dingin yang kini menumpuk di Sungai Gendol, Boyong, dan Krasak. Deputi Bidang Penanggulangan Bencana Alam Bakornas Pusat Tabrani mengemukakan hal itu dalam rapat koordinasi penanggulangan bencana banjir dan tanah longsor di Gedung Pracimasono, Kepatihan, Pemprov DIY, Selasa (5/12). Menurutnya, di musim penghujan ini, bencana yang harus diantisipasi tidak hanya sekedar tanah longsor, banjir, dan lahar dingin saja. Akan tetapi ada juga bencana lainnya yang sewaktu-waktu bisa mengancam. Dikatakan, menilik pada kondisi geografis wilayah Indonesia yang terdiri atas berbagai pulau dan dikelilingi sungai serta lautan, ancaman bencana banjir itu sangat dominan. Apalagi ketika curah hujan yang turun sangat tinggi ditambah kondisi air laut pasang jelas ini sangat berbahaya. Bencana banjir, kata dia, tidak saja terjadi akibat faktor alam. Faktor nonalam seperti penggundulan hutan, dalam kenyataannya juga cukup berpengaruh dan bisa mengakibatkan bencana banjir. "Kalau hutan kita gundul, maka pada musim penghujan air tidak bisa diserap dan pada musim kemarau air menghilang dan masyarakat kekurangan air," ujarnya. Sementara itu, Riswanto dari Dinas Sosial Provinsi DIY menambahkan, untuk ketersediaan logistik, pemerintah juga sudah mengantisipasinya. "Bahkan Dinas Sosial Provinsi DIY telah menyiapkan 600 ton beras yang sewaktu-waktu siap didrop. Jadi masalah logistik ini tidak perlu dirisaukan lagi," ungkapnya. (sgt-39v) |