| Rabu, 06 Desember 2006 | KEDU & DIY |
Menulis Tidak Perlu BakatYOGYAKARTA - Kebiasaan menulis, apa pun bentuknya, mulai terlihat di kalangan anak-anak muda. Akhir-akhir ini bermunculan penulis remaja, muda, tak hanya dari anak sekolah namun bahkan pembantu rumah tangga (PRT), waria, dan anak jalanan juga melakukannya. ''Menulis itu sebenarnya gampang dan tak perlu bakat, yang penting bisa mengetahui alur penulisan dan keruntutan berpikir,'' tandas Dendy JWS dari Jogja Writing School (JWS), sebuah lembaga pelatihan kepenulisan kreatif di Yogyakarta. Menurutnya, minat masyarakat pada dunia tulis-menulis cukup tinggi. Sayangnya, mereka belum berani mewujudkan. Dia mengamati terutama di daerah pinggiran terlihat anak-anak muda potensial tak kalah dengan orang kota. Namun mereka masih sering merasa minder. "Teman-teman di kota pinggiran banyak yang memiliki potensi dan animo menulis tetapi selama ini tidak terwadahi. Karena itu, saya dan teman-teman JWS berusaha membantu mereka,'' papar dia. Bagaimana dia akan membantu anak muda pinggiran? Selama bulan Desember, JWS menggelar talk show, ''Menulis Nggak Perlu Bakat'' di berbagai tempat. Dendy dan sejumlah penulis bakal membeberkan cara-cara penulisan kreatif. Materi disajikan oleh Among Kurnia Ebo (penulis artikel dan buku), Hamdy Salad (penyair dan dosen Creative Writing), dan R Toto Sugiharto (cerpenis dan novelis). Rencananya kegiatan tersebut dimulai 10 Desember di kampus MMTC Yogyakarta kemudian berlanjut pada 17 Desember di Pendapa Kabupaten Temanggung dan terakhir 24 Desember di Balai Koperasi Wonosobo. ''Biayanya sangat murah, cuma Rp 20.000 peserta bisa mendapatkan teori sekaligus terapi penulisan,'' tandas Dendy sembari menambahkan peminat bisa kontak ke 0817461033 atau 0818273627. (D19-39v) |