| Rabu, 06 Desember 2006 | KEDU & DIY |
Gempa Mengakibatkan Investasi Turun 50 PersenYOGYAKARTA - Akibat musibah gempa bumi yang melanda wilayah Yogyakarta, 27 Mei silam, ternyata membawa dampak serius di sektor investasi lokal. Terbukti sejak musibah gempa, tercatat investasi di wilayah DIY mengalami penurunan yang cukup drastis. Penurunan investasi tersebut, jumlahnya mencapai 50% dibanding nilai investasi tahun 2005 lalu. Penurunan investasi itu dibenarkan Aris Riyanto, kepala Bidang Investasi dan Pemasaran Potensi Wilayah DIY, menjawab pertanyaan wartawan di Yogyakarta, Selasa (5/12). Menurut Aris,hingga September lalu, tercatat hanya ada 14 surat persetujuan (SP) investasi baru keluar dengan total nilai investasi di DIY sekitar Rp 512,5 miliar. Sementara itu, tahun 2005, surat persetujuan investasi yang turun hanya 13 dengan nilai investasi Rp 1,169 triliun. Pada 2005, nilai investasi PMDN mencapai Rp 646,971 miliar. Tapi 2006 nilai investasi PMDN hanya Rp 62,555 miliar berasal dari sektor jasa lain serta industri. Penanaman modal asing (PMA) tahun 2006, lanjut dia, juga mengalami penurunan, dari Rp 502,727 miliar menjadi Rp 447,840 miliar. Meski mengalami penurunan, lanjut Aris, pihaknya optimistis pada 2007 prospek investasi di DIY akan kembali bergairah. Hal itu dibuktikan dengan banyaknya pengajuan izin investasi ke Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) di wilayah DIY. "Saya kira kondisi seperti ini tidak akan berlangsung lama. Sebab, sejauh ini sejumlah investor sudah mengajukan izin investasi ke Badan Koordinasi Penanaman Modal. Di antaranya adalah PT Jembatan Emas Buana yang akan mengembangkan kawasan wisata terpadu seperti halnya Ancol di daerah Bantul," tuturnya. (sgt-39v) |