| Rabu, 06 Desember 2006 | EKONOMI |
Investor Mesir Batal Bangun Pabrik SemenGROBGAN-Investor semen dari Mesir PT Orascom Construction Industries bekerja sama dengan PT Vanda Prima Listrik Jakarta, batal membangun pabrik semen di Desa Dakoro Kecamatan Wirosari dan Desa Kemadohbatur Kecamatan Tawangharjo. Sebab PT Vanda Prima menyatakan keberatan mengganti rugi 20 titik pengeboran dengan harga per meter Rp 400.000. Pembangunan pabrik semen berskala nasional di tempat itu juga dinilai konsultan PT Orascom tidak layak. Sebab pembangunan infrastrukturnya menelan dana besar. Mengingat jalan dan jembatan di tempat tersebut tidak layak dilalui armada pabrik. Selain itu jalan menuju ke arah Wirosari juga belum lebar dan padat. Maka dipastikan usia jalan Dakoro-Wirosari tidak akan lama bila dilewati armada semen. ''Beberapa alasan itu yang menyebabkan investor mundur,'' kata Kepala Bagian Perekonomian Pemkab Grobogan Hj Esti Harini, kemarin. Kabag Perkonomian mengatakan, Pemkab sudah optimal dalam memfasilitasi pembangunan pabrik itu. Namun ketika PT Vanda Prima diminta mengganti rugi tanah warga yang terkena pengeboran dengan nilai ganti rugi tinggi, perusahaan itu menyatakan keberatan. Padahal Vanda sudah mulai melakukan pengeboran di dua titik di Desa Dakoro. Ketika titik kedua akan selesai dibor, beberapa warga protes, karena PT Vanda dinilai tidak adil dan transparan dalam mengganti rugi tanah warga yang terkena proyek semen. Di antaranya warga ada yang diganti rugi Rp 100.000/meter, Rp 200.000/meter, Rp 300.000/meter dan Rp 400.000/meter. Mereka menuntut nilai ganti rugi sama, Rp 400.000/meter. (A23-33) |