| Rabu, 06 Desember 2006 | BANYUMAS |
Perajin Dikenalkan Batik CapBANJARNEGARA-Untuk memecahkan masalah sulitnya memenuhi order tepat waktu dan memperluas pasaran, Dekranasda Banjarnegara memperkenalkan batik cap kepada para perajin batik yang masih pemula. Mereka diikutkan pelatihan selama enam hari di Desa Gumelem Kulon, Kecamatan Susukan, Banjarnegara. Kegiatan itu dimulai 30 November hingga 6 Desember 2006 dan diikuti oleh 10 peserta dari Desa Gumelem Kulon, Gumelem Wetan dan Penarusan. Tiga desa tersebut dikenal sebagai daerah yang banyak ditemui perajin batik tulis khas Gumelem. "Keluhan yang kerap kami terima adalah soal harga yang mahal dan proses penyelesaian order yang lama, sehingga pesanan tak bisa selesai tepat waktu. Hal tersebut sangat berpengaruh terhadap usaha pengembangan usaha batik di Banjarnegara," kata Kabag Perekonomian Setda Banjarnegara, Basuki yang juga Sekretaris Dekranasda, kemarin. Tak Terjangkau Harga batik cap yang lebih murah diharapkan mampu menyerap konsumen lebih banyak, terutama di pasar lokal Banjarnegara. Apalagi kini Pemkab telah menerapkan kebijakan untuk memakai batik satu kali dalam seminggu. Bagi kalangan pegawai biasa hal tersebut hanya bisa dilakukan jika mereka membeli batik cap. Sebab, jika membeli batik tulis kini harganya minimal Rp 80 ribu dan tak terjangkau. Adapun harga batik cap kini cukup terjangkau dengan model yang tak kalah bervariasinya dengan model batik tulis sekarang. Satu helai batik cap kini bisa diperoleh dengan harga Rp 40 ribu. "Keuntungan yang diperoleh perajin adalah, mampu menghemat waktu karena sehari bisa memproduksi banyak kain batik dan mempunyai solusi untuk menyelesaikan pesanan sesuai waktu. Selain juga mampu memperluas pasaran batik mereka," kata Basuki. Upaya pengenalan batik cap, kata dia, bukan berarti mengesampingkan keberadaan batik tulis yang telah menjadi ikon Desa Gumelem Wetan dan Kulon serta Penarusan di Kecamatan Susukan. Sebab, antara batik tulis dan batik cap telah mempunyai pangsa pasar atau konsumen tersendiri. "Batik tulis masih tetap jalan karena itu memang sangat bagus, namun kami berusaha menjaring pasar menengah ke bawah bagi perajin batik. Pangsa pasar tersebut sangat potensial untuk dibidik dan terus dikelola," katanya.(H25-36) |