logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 05 Desember 2006 SALA
Line

Tidak Ada Talangan untuk Gaji Guru SMAN 1 Gantiwarno

KLATEN-Nasib 30 guru dan satu karyawan SMAN 1 Gantiwarno benar-benar apes. Setelah uang gaji Rp 49 juta yang baru diambil dari Bank Jateng Cabang Pembantu Wedi dirampok, Jumat lalu, harapan mendapat dana talangan dari pemkab belum menunjukkan titik terang.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang menaungi mereka masih bingung mencari solusi agar mereka mendapatkan uang untuk kebutuhan hidup sebulan ini.

Kepala Bagian Tata Usaha pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Drs Setya Subagya mengatakan laporan kejadian itu sudah diterima dinas. Namun tidak ada dana talangan khusus untuk kejadian seperti yang menimpa gaji guru SMAN 1 Gantiwarno tersebut.

''Persoalan itu sudah kami koordinasikan untuk mencari solusinya. Sejauh ini belum ketemu cara terbaik untuk membantu mereka ,'' ujarnya, kemarin.

Dinas melalui Subdin Pendidikan Menengah dan Umum, lanjut dia, sudah membicarakan soal solusi agar para guru mendapatkan gaji.

Wacana yang muncul, kata dia, bisa dengan urunan sebagai bentuk keprihatinan. Namun itu juga belum pasti karena semua harus ada dasar dan aturan sebagai payung.

Pihaknya tidak ingin ada kejadian seperti di Yogyakarta yang akhirnya menjadi dugaan pungutan. Belajar dari kejadian itu dinas berharap sekolah lainnya lebih barhati-hati.

''Paling tidak jika mengambil uang dalam jumlah besar meminta pengawalan polisi. Selain itu, lebih baik menggunakan mobil, bukan sepeda motor,'' tandasnya.

Bupati Klaten Sunarna SE juga mengatakan tidak ada dana talangan atas kejadian tersebut. ''Kita lihat dulu sejauh mana upaya yang memungkinkan untuk menolong. Namun kalau menalangi, tidak pernah ada prosedurnya, '' tuturnya.

Ia prihatin atas kejadian itu. Tetapi untuk mengeluarkan dana dari pos APBD harus ada mekanisme yang jelas sehingga tidak mudah.

Polisi sampai kemarin masih menyelidiki kasus itu. Setelah memeriksa dua saksi, yakni tukang parkir Bank Jateng Cabang Pembantu Wedi, penyelidikan di lokasi diintensifkan.

Tim yang dipimpin Kasat Reskrim Polres Klaten AKP Mugi Sekarjaya kembali terjun ke lokasi. Kapolres Klaten AKBP Drs Suwarno SH melalui Kasat Reskrim menyatakan penyelidikan terus dilakukan. (H34-27)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA