logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 05 Desember 2006 SALA
Line

Mengebor Sumur adakalanya Lancar

NAMANYA Supardi Hadi Wiyono (46). Penduduk Dusun Blimbing, Desa Wonorejo, Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo ini dikenal sebagai orang yang memiliki keahlian dalam bidang mendeteksi dan mencari titik sumber air serta mengebor sumur. ''Pekerjaan mencari sumber air dan mengebor sumur seperti ini sudah saya lakukan sekitar sepuluh tahun,'' ujar bapak dari tiga anak itu.

Dia terhitung kaya pengalaman dalam mengebor tanah, mencari sumber air untuk sumur bor. ''Sudah ratusan sumur bor yang saya buat. Alhamdulillah, semua keluar airnya dengan baik dan mencukupi,'' katanya.

Keahlian mencari titik sumber air dan mengebor tanah untuk dibuat sumur, diperoleh dari rekannya yang dahulu pernah bekerja di pengeboran minyak Pertamina. Sungadi, demikian nama rekannya itu, dahulu pernah bekerja sebagai tenaga mekanik pengeboran tanah untuk mencari sumber minyak di Pertamina. Ketika pulang kampung, kecakapannya membuat alat bor dan teknik pengeboran tanah itu ditularkan kepada rekan-rekannya, termasuk Supardi.

Sudah sekitar 10 hari terakhir ini, Supardi dan kelima rekannya melakukan tugas pengeboran di lahan tanah milik Tukimin DS, Kepala Dusun (Kadus) Ngawen, Desa Sendangijo, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri. ''Sekitar 50 sumur gali milik 67 KK warga Dusun Ngawen ini mengering semua,'' ujar Tukimin.

Menurut Supardi, pada pengeboran lima hari pertama berhasil mencapai kedalaman 33 meter. Karena dirasa belum mencukupi untuk target pemenuhan sekitar 25 keluarga, pengeboran pun dilanjutkan lebih dalam, dengan pengharapan dapat menemukan sumber air yang lebih besar.

Jasa pencarian titik lokasi sumber air dan pengeboran sampai jadi sumur bor, Supardi memasang tarif borongan sebesar Rp 15 juta. Untuk menentukan titik lokasi sumber air, dia mengandalkan kepekaan perasaan dan intuisinya. ''Insya Allah, selama ini tidak ada yang gagal,'' tuturnya. Tentang lama pengeboran, bisa jadi cukup 10 hari. Namun adakalanya mencapai satu bulan. ''Ya yang namanya orang bekerja, adakalanya lancar, adakalanya juga menemui kendala,'' ujarnya. Kendalanya, biasanya kalau menembus batuan keras menyebabkan peralatan bor rewel. (Bambang Pur-39d)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA