| Selasa, 05 Desember 2006 | OLAHRAGA |
Kesiapan PSIS Jelang PEBY 2006 (1)Lini Tengah dan Depan Masih MeragukanSKUAD PSIS sudah melangkahkan kakinya ke Jakarta menyongsong Piala Emas Bang Yos 2006 di Stadion Lebak Bulus, 6-15 Desember nanti. Keikutsertaan skuad Mahesa Jenar di ajang tersebut untuk kali yang keempat. Selama itu pula tim kebanggaan warga Semarang tersebut belum pernah meraih gelar juara. Sebuah tantangan tersendiri bagi Fofee Kamara cs untuk mewujudkannya tahun ini. Tantangan itu seperti diakui Manajer Yoyok Sukawi tidak mudah. Pasalnya, lawan yang dihadapi anak-anak asuhan Bonggo Pribadi pada babak kualifikasi di Grup A terhitung berat, yaitu tuan rumah Persija Jakarta dan Bulleen Zebras FC (Australia). Persija yang berjuluk Macan Kemayoran sudah siap kembali mengaum dengan hadirnya pemain-pemain berkualitas macam Alcidio Fleitas, Aliyudin, Gustavo Hernan Ortiz, dan Javier Rocha. Pelatihnya, Sergei Dubrovin dikenal cerdik dan pandai menyusun taktik serta strategi. Sedangkan Bulleen Zebras merupakan juara Victorian Premiere League 2004. Klub asal Australia itu memiliki beberapa pemain bintang seperti Ricky Diaco. Selain rintangan dari tim lawan, pasukan Bonggo Pribadi juga menghadapi masalah soliditas. Sejak latihan perdana dimulai 15 November lalu, Fofee cs lebih banyak digenjot fisiknya. Porsi untuk mengasah teknik dan taktik sangat minim. Kondisi itu berpengaruh pada permainan mereka di dua pertandingan uji coba. Melawan tim Porda Magelang yang berakhir 3-0 dan PPSM yang ditundukkan 2-0, permainan anak-anak Semarang belum meyakinkan. Harus diakui, hanya lini belakang yang tampil solid. Di lini tersebut terdapat pemain seperti Fofee, Zoubairou, Idrus Gunawan, dan Maman Abdurahman. Kendati Maman tidak bisa tampil di ajang PEBY lantaran panggilan timnas senior, absennya pemain terbaik Liga Indonesia 2006 itu diyakini tak akan melemahkan sektor pertahanan. Kelemahan paling mencolok justru terlihat di lini tengah. Koordinasi gelandang Modestus Setiawan, Wahyu Wahab, Fachrudin, Kahudi Widodo dan Harri Salisburi tampak belum kompak. Sektor sayap juga lemah. Apalagi sayap kanan M Ridwan bakal absen dengan adanya panggilan timnas. Pelapisnya, Asep Winarso, belum punya umpan silang yang akurat. Di sayap kiri, tendangan bola mati Harri Salisburi memang belum tergantikan, tetapi tak lagi menakutkan lawan. Di lini depan, duet Indriyanto Nugroho dan Khusnul Yaqien sudah padu, namun penyelesaian akhir kurang tajam. Kelemahan tersebut diharapkan bisa tertutupi dengan kehadiran Ebi T Sukore di lini tengah. Mantan pemain Persik Kediri yang saat ini menjalani negosiasi transfer dengan manajemen PSIS itu merupakan gelandang serbabisa. Dia tak hanya kreatif membantu serangan, tetapi juga ulet dalam bertahan. Kepastian hadirnya duet Julio Lopez dan Alfredo Figueroa menjadi harapan untuk mempertajam lini depan. Suntikan tiga pemain asing itu memang akan menambah kekuatan Mahesa Jenar. Namun, waktu bergabung yang singkat bersama Fofee Kamara cs bisa menyulitkan mereka beradaptasi dengan karakter permainan tim asuhan Bonggo. (Budi Winarto, Abduh Imanulhaq-40) |