logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 05 Desember 2006 WACANA
Line

Surat Pembaca

Sampah di Pasar

Hasil penelitian di kawasan Kota Jepara pada tahun 2006 kebersihan makin menurun dan yang menjadi sebab adalah sampah. Di sepanjang jalan kabupaten, di kantor dan lebih mencolok di seputar semua pasar di Jepara umumnya kotor dan kumuh.

Belum tampak bersih, asri, indah dan nyaman. Salah satu penyebabnya adalah belum tersedianya tong-tong sampah serta petugas yang rutin.

Mereka setiap pagi aktif membersihkan sampah, tapi wajah pasar tetap kotor dan kumuh. Sekali lagi si tukang sapu yang berperan. Mereka berombongan yang akan menyulap wajah pasar menjadi molek, asri bersih dan memikat.

Amar Makruf

Purwotondo, Kalinyamat, Jepara

***

Kreativitas

Dalam bukunya yang berjudul Creativity in Business, Carol Kinsey Goman PhD menulis, suatu ketika di kolom believe it or not terbitan milik Ripleys muncul tulisan: "jika sebatang besi dijual berharga 5 dolar, jika anda menempa besi itu menjadi sepatu kuda nilainya meningkat jadi 10,5 dolar.

Jika besi itu dibuat jarum nilainya berlipat jadi 32,85 dolar, jika membuat per pegas jam tangan dari besi itu maka nilainya melonjak menjadi 250.000 dolar. Nah, perbedaan antara 5 dolar dengan 250.000 dolar itulah yang disebut kreativitas".

Terkadang orang beranggapan kreativitas adalah berkah yang turun dari langit untuk orang tertentu. Kenyataannya terkadang kreativitas bisa muncul karena seringnya sebuah pekerjaan yang terus ditekuni dan diperdalam.

Contoh, seorang perancang busana bernama Yohanes Bridal asal Jakarta. Awalnya jarang yang mendengar namanya. Karyanya waktu dulu berkesan biasa saja. Namun ketika sentuhan kreativitas mulai diperlihatkan pria berkaca mata ini, namanya menjadi meroket.

Dia membuat baju kebaya berbahan biji buah asam yang dirangkai. Juga membuat gaun pesanan penyanyi dangdut Annisa Bahar berbahan dari duri ikan yang dipakai saat pernikahan.

Siapa menyangka biji asam dan duri ikan yang bila dijual saja terkadang tak laku, di tangan kreatifnya menjelma menjadi karya fashion yang berharga ratusan juta rupiah.

Hikmah yang bisa dipetik dari pengalaman Yohannes Bridal adalah apapun pekerjaannya, jika ditekuni dan diberi sentuhan kreativitas mungkin akan lebih bermanfaat dikemudian hari. So... let's be creative.

Aryo Widiyanto AMd

Jl Sri Agung 234 Cepiring, Kendal

***

Pengasuh Sumanto

Siapa yang tak kenal Sumanto? Manusia kanibal yang selepas Lebaran lalu bebas dari lembaga pemasyarakatan. Namun kebebasannya tidak disambut gembira tetangga tempat dia berdomisili bahkan cenderung ditolak. Keluarga sendiri masih trauma dengan perilaku ganjil Sumanto yang menyantap mayat.

Akhirnya muncul H Supono Mustajab yang dengan keberaniannya dan dilandasi kemauannya menampung dan berikhtiar menyembuhkan kanibalis tersebut ke pondoknya. Apa pun hasilnya kelak, H Supono Mustajab patut bersanding dengan Mbah "Rosa-rosa" Maridjan.

Dia berjibaku dengan opini masyarakat yang telanjur menganggap Sumanto sebagai dudu menungsa. Bahkan napi jagoan kelas kakap pun keder kepadanya. Selama di penjara tidak ada napi yang mau dijadikan satu sel. Para napi takut pada sosok ini.

Konon beberapa usaha jasa tagih ibu kota beberapa kali menghubungi Sumanto untuk dijadikan debt collector tentu dengan upah menggiurkan. Semoga kepedulian ponpes di Purbalingga ini menggugah bos PT Sido Muncul Irwan Hidayat untuk memasukkan pada daftar koleksi lelaki pemberani.

Kompensasi pemunculan di iklan bisa menambah modal menghidupi dan merawat Sumanto yang secara gratis tinggal di ponpesnya. Tapi saya tidak usul untuk menyertakan nama Sumanto walau dia sebenarnya juga lelaki pemberani yang nggasruh...

Noor Rofiq

Jl Wamena V/228-229, Ungaran

***

Goes to MAJT

Membaca berita di harian ini 29 November 2006 berjudul "Penyelesaian jalan tembus MAJT lewat tender", kembali mengingatkan saya pada seputar pembangunan masjid tersebut.

Saya berharap mendatang tidak memunculkan berita yang tidak nyaman berkaitan masalah pengelolaan dana dari masyarakat terutama yang dikucurkan APBD.

Saya yakin pengelolaannya sudah dibuat benar, sebaik mungkin dan transparan. Kalau di masjid lain biasanya dipasang di papan yang mudah dilihat jamaah. Mengingat dana yang dikelola berasal dari masyarakat (APBD dan lainnya) mungkin ada yang ingin tahu selengkapnya.

Sementara yang ingin tahu, tidak semuanya punya kesempatan menengok papan pengumuman apalagi melihat pembukuan yang dibuat pengelola. Terinspirasi iklan layanan di teve "Internet Goes to School", saya usul bagaimana kalau MAJT memulai "Internet Goes to Masjid". Tayangkan di website berapa dana yang diterima dan berapa yang dikeluarkan.

Diharapkan upaya itu akan mengurangi prasangka buruk serta bermanfaat bagi pengelola sendiri. Biasanya kalau buka-buka pembukuan rasanya tidak enak seperti tidak percaya. Sekaligus upaya ini juga saya sarankan kepada pihak yang mengelola dana dari sumbangan masyarakat. Siapa takut ?

Ir Wardi

Jl Mandala III/26, Pemalang

***

Damailah Negeriku...

" ....... orang Islam yang tidak menolak kedatangan Bush akan mendapat dosa", demikian pernyataan Abu Bakar Ba'asyir di media elektronik menjelang kedatangan Bush beberapa waktu lalu. Menurut saya pernyatan tersebut menyesatkan. Pertama, dari segi pemahaman dasar agama yaitu tentang eksistensi Tuhan.

Agama manapun secara jelas dan tegas menyatakan bahwa penetapan pemberian dosa maupun pahala adalah hak mutlak (prerogatif) Tuhan semata, Rasul (utusan-Nya) pun bukan untuk mengambil alih wewenang/kekuasaan-Nya, melainkan menyampaikan perintah-Nya,

Kedua, dari segi kehidupan sosial keagamaan, sebab pernyataan semacam itu (mendosakan orang lain) bisa merusak keharmonisan inter dan antarumat beragama. Bukan tidak mungkin bisa memicu terjadinya konflik horizontal dalam masyarakat, yang kini mulai menggejala di beberapa wilayah.

Saya imbau kepada para penganjur agama, janganlah perbedaan disikapi dengan kebencian apalagi didosakan. Agama mengajarkan, perbedaan adalah rakhmat. Mari wujudkan dalam kata dan perbuatan karena hal ini sesuai dengan bentuk fitrah bangsa dan negara yaitu Bhinneka Tunggal Ika.

Pandailah memilih dan memilah informasi yang menyangkut agama. Yang jelas semua agama mengajarkan untuk hidup damai sehingga akan membawa selamat di dunia dan akhirat.

Saya yakin pernyataan Pak Guru Abu Bakar Ba'asyir tersebut lebih didorong karena rasa tidak suka kepada ketokohan Bush, bukan esensi ajaran Islam yang kita anut. Damailah negeriku, damailah bangsaku.

Drg Toto Hermawan

Jl Nusa Barung Raya 51

Perumnas Bojongbata, Pemalang

***

Mushala Bandara A Yani

Kurang Nyaman

Beberapa kali shalat di mushala Bandara A Yani Semarang ketika sedang mengantar atau menjemput kerabat, saya merasakan suasana kurang nyaman. Ruangannya terlalu sempit, sehingga pada saat tiba waktu shalat harus berdesakan antara para pengguna mushala, baik pria maupun perempuan.

Padahal menurut pengamatan saya, banyak orang menggunakannya, yakni petugas bandara, calon penumpang pesawat, atau para pengantar atau penjemput. Masalahnya bukan hanya pada antrean di tempat wudlu dan mushalanya, tetapi juga kondisi berdesak-desakan yang membuat suasana kurang nyaman.

Saya membandingkan dengan kenyamanan areal lain yang digunakan untuk kios, kafe, maupun rumah makan. Memang areal tersebut punya kepentingan komersial, namun tentu perlu memberikan servis demi kenyamanan umat beragama yang menggunakan mushala.

Yang pasti manajemen bandara juga berkepentingan dengan orang-orang yang membutuhkan kenyamanan mushalanya. Misalnya dengan menyediakan areal lebih luas. Terima kasih atas perhatiannya.

Dra Hj Ahyati Rahayu

Krajan, Bangetayu Kulon

Genuk, Semarang


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA