logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 05 Desember 2006 WACANA
Line

TAJUK RENCANA

Selalu Mendekatlah ke Persoalan Rakyat

- Mendekat ke persoalan rakyat merupakan kunci untuk memahami mengapa terkadang banyak keluhan dan tuntutan yang muncul. Jangan sekali-kali menyepelekan karena tak akan ada keluhan kalau tidak ada yang dirasakan. Tidak akan ada tuntutan jika tidak ada yang diharapkan. Kecemasan menghadapi hari-hari pada musim penghujan merupakan realitas yang kini dihadapi warga di sekitar Kali Tenggang dan Jalan Raya Kaligawe di Kota Semarang. Kalau tidak melihat langsung dari dekat permasalahan yang dihadapi warga, kita tentu tidak akan pernah bisa merasakan betapa pelik problem hidup yang seharusnya dicarikan solusi oleh para pengemban amanat rakyat.

- Ancaman warga Kampung Tenggang, Kelurahan Tambakrejo, Kecamatan Gayamsari untuk membobol bendung yang dibuat untuk memasang box culvert jembatan Tenggang haruslah disikapi sebagai ungkapan perasaan yang tidak boleh disepelekan. Bendung tersebut dianggap sebagai penyebab meluapnya air Kali Tenggang ke Jalan Raya Kaligawe dan permukiman mereka setelah hujan yang tidak seberapa lama, akhir pekan lalu. Kita berusaha memahami dari dua sisi. Pada satu sisi, pembangunan yang berkonsekuensi membutuhkan pengorbanan. Pada sisi lain, pelaksana pembangunan itu secara awam memberi kesan kurang terintegrasi dan lamban.

- Pembetonan Jalan Raya Kaligawe dengan peninggian sekitar satu meter merupakan bagian dari ikhtiar menghadapi banjir dan kemacetan di kawasan tersebut. Perspektifnya tidak hanya menyangkut kepentingan warga Semarang tetapi juga investasi Jawa Tengah dan nasional. Namun seperti beberapa kali kita tuangkan dalam editorial ini, mengatasi masalah dengan menambah beban masalah kepada masyarakat jelas bukan pilihan. Solusinya tidak mungkin sporadis. Jika berpikir dari frame masyarakat secara utuh, meningkatkan kualitas jalan mutlak harus diimbangi dengan normalisasi saluran yang terkait dengan pusat-pusat mobilitas warga.

- Ujian pertama sudah terbukti Jumat dan Sabtu malam lalu. Hujan singkat dengan curah yang rendah tidak dapat tertampung saluran dan tempat-tempat parkir air. Bukan hanya di kawasan Tenggang. Jalan Padi Raya sebagai pintu utama masuk ke Perumahan Genuk Indah dan Kelurahan Gebangsari pun tenggelam. Kerusakan ruas jalan itu diperkirakan makin parah karena sebelum turun hujan pun 400-an meter jalan telah hancur. Kecemasan warga mudah dikalkulasi, yaitu jika hujan turun dengan volume dua kali lipat saja dari hujan awal tersebut, apa yang akan terjadi. Jadi apa pun alasannya, itu bukan keluhan dan kecemasan yang main-main.

- Berhentilah berwacana dan lakukanlah tindakan nyata. Warga tidak akan berkeberatan dilibatkan untuk mendukung tanggung jawab pemerintah memberikan rasa aman dan jalan keluar mengatasi berbagai problem sosial termasuk memelihara saluran. Yang dibutuhkan sekarang adalah meningkatkan kuantitas dan kualitas daya dukung distribusi air hujan sehingga tidak terlalu menyusahkan warga. Jangan sampai muncul kesan, peninggian Jalan Raya Kaligawe malah menyengsarakan warga di kawasan permukiman. Jadi, antisipasi terhadap kesiapan kawasan dengan meningkatkan daya dukung saluran semestinya dilakukan terlebih dahulu.

- Musim hujan sudah datang. Untuk menyelaraskan kondisi Jalan Raya Kaligawe yang sedang ditinggikan dan menormalisasi saluran air, jelas tak lagi ''mengejar''. Pembangunan saluran Gebangsari merupakan bagian dari solusi tetapi akan tetap bergantung pada penormalan kondisi Kali Tenggang. Secara bijak kita hanya bisa mengajak warga untuk bersiap-siap menghadapi segala kemungkinan pada puncak musim hujan nanti. Apa yang sudah dirasakan warga pada awal musim basah ini dan yang akan terjadi nanti, kita harapkan makin memetakan persoalan di kawasan Genuk dan sekitarnya untuk pengambilan keputusan yang memberi maslahat kepada warga.


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA