| Selasa, 05 Desember 2006 | SEMARANG |
Petenis Nasional Tidak Boleh TurunSEMARANG - Di cabang tenis lapangan, kekuatan Kecamatan Semarang Selatan dan Semarang Tengah, diperkirakan bakal berkurang. Pasalnya, dua kecamatan tersebut tidak akan diperkuat Yusmawan Fahmi dan Lavinia Tananta, yang sama-sama memiliki predikat sebagai petenis nasional. ''Aturannya seperti itu, petenis putra maupun putri yang pernah menyandang juara I-III nasional tidak boleh turun di Porwakos. Lavinia merupakan runner up Turnamen Hemaviton di Semarang 2006, sedangkan Yusmawan Fahmi baru saja menjadi juara di Blitar Open. Keduanya juga pernah menyandang sebagai petenis nasional,'' jelas ketua panitia penyelenggara cabang tenis lapangan, Drs HA Muthowal siang kemarin. Menurut dia, ada beberapa pertimbangan, kenapa kedua petenis andalan Jateng tidak boleh turun. Alasannya, kedua petenis itu sudah tidak ada saingannya di nomor tunggal putra dan putri. Karena itu, kalau mereka berdua turun di lapangan, tidak akan memberi kesempatan bagi petenis yang lain. ''Kalau kedua petenis itu turun, sudah hampir pasti keduanya bakal juara. Sementara tujuan utama Porwakos adalah untuk mencari bibit-bibit muda yang berbakat, sebagai persiapan menuju Porda Jateng tahun 2009 mendatang di Solo,'' tandasnya. Ditambahkannya, untuk cabang tenis lapangan akan memperebutkan tujuh set medali (emas, perak, perunggu). Masing-masing dari nomor tunggal putra/putri, ganda putra/putri, beregu putra/putri, dan ganda campuran, yang akan diikuti oleh 16 kecamatan. Setiap kontingen kecamatan berhak menurunkan empat pemain putra dan empat putri. Pertandingan di Lapangan Tenis Trilomba Juang pada 17-19 Desember mendatang, dengan menggunakan enam lapangan. Sementara itu, untuk mengantisipasi hujan, panitia juga sudah menambah dua lapangan di Lapangan Tenis Indoor Kertanegara. ''Pendaftaran terakhir tanggal 5 Desember (hari ini-Red). Tapi peserta keseluruhan baru kami ketahui saat temu teknik tanggal 8 Desember mendatang. Pada saat temu teknik, juga akan kami bicarakan khusus mengenai nomor ganda campuran, karena tidak semua kecamatan memiliki pemain putri.'' (C16-62) |