| Selasa, 05 Desember 2006 | SEMARANG |
Sesekali Ikut Anak ke DiskotekJIKA kita berkesempatan datang ke diskotek atau kelab untuk dugem lantas melihat ada lelaki atau wanita paro baya bersama remaja di sana, janganlah selalu diasumsikan mereka adalah om nakal atau tante girang yang sedang hunting ABG. Bambang (57) mengatakan, sesekali dia menemani kedua anak remajanya dugem ke tempat-tempat tersebut. Bambang mengaku dirinya bukanlah tipe orang tua yang kolot. ''Sudah bukan zamannya mendidik anak dengan larangan. Anak bisa stres. Ikuti saja kemauan mereka, tapi sebagai orang tua, kita harus tetap mengawal dan mengawasi.'' Ketika masih tinggal di Jakarta, ia beberapa kali pergi bersama buah hatinya ke kafe dan kelab di daerah Kemang dan Kuningan. Ia pun membebaskan anak-anaknya jika ingin melantai, namun tetap ada aturan yang harus dipatuhi. ''Dugem ke mana pun saya tetap melarang anak-anak untuk minum alkohol dan merokok. Mereka boleh pesan makanan dan minuman apa pun asal jangan dua hal itu,'' ujarnya. Saat pindah ke Semarang, putra-putrinya mengajaknya pergi ke tempat dugem di kota ini. Ia pun tak keberatan. Memang ia tak dapat mengawal mereka ke tempat dugem setiap saat, namun ia yakin kedua anaknya tidak akan merusak kepercayaan yang sudah diberikan. Dwi (22), salah satu anak Bambang, mengaku senang pergi dugem sesekali bersama sang ayah. ''Enak kalau punya papa yang funky dan nggak kuper (kurang pergaulan). Kalau pergi dugem sama beliau, bisa pesan makanan dan minuman sesuka hati tanpa memikirkan tagihan. Lha kalau pergi sama teman atau pacar, kita kan harus memperhitungkan setiap pengeluaran,'' selorohnya. Ketika disinggung tentang kehidupan dunia malam yang identik dengan narkoba, drugs, dan seks bebas, Dwi tidak memungkiri hal itu. Namun, ia bertekad akan menjauhi hal-hal tersebut. ''Selain akan berakibat buruk, saya juga nggak enak sama ayah yang sudah begitu baik mau mengerti anaknya dan memberikan kepercayaan.'' Menurut Dwi, dugem janganlah selalu disangkutpautkan dengan hal-hal negatif. ''Semua itu bergantung pada niatnya. Apa salahnya bersenang-senang sedikit, toh hari-hari saya selalu disibukkan dengan belajar,'' kata mahasiswa Undip itu. (Ida N, Hernandhono-37n) |