logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 05 Desember 2006 SEMARANG
Line

40 Band Kampanyekan Pencegahan AIDS

UNGARAN - Sebanyak 40 band yang terdiri atas anak-anak muda, Minggu (3/12) mengampanyekan pencegahan AIDS. Dalam festival band yang diselenggarakan dari pukul 08.00 sampai pukul 18.30 itu, mereka mengajak rekan-rekan sebayanya untuk tidak menggunakan narkoba.

Hari itu, area seluas lebih kurang 2.000 meter persegi di base camp Yayasan Wahana Bakti Sejahtera, Langensari dipenuhi para kawula muda yang ingin melihat hiburan gratis tersebut. Satu per satu grup band dari Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Salatiga, Demak, dan Kendal pun tampil di panggung.

Sebelum unjuk kebolehan, para pemusik muda itu pun meneriakkan yel-yel tentang pencegahan AIDS dan narkoba. ''Say no to drug,'' teriak salah seorang vokalis.

Acara itu memang cukup unik. Selain musik, juga diisi dengan permainan yang diikuti oleh penonton, salah satunya adalah meniup kondom.

Ketua Yayasan Wahana Bakti Sejahtera Dokter Budi Laksono MHSc mengatakan, kegiatan itu merupakan bagian dari peringatan Hari AIDS Sedunia. Menurutnya, salah satu cara penularan HIV adalah melalui suntikan.

Sementara para pengguna narkoba yang rata-rata anak muda, sering tak menggunakan jarum yang steril. Karena itulah, upaya pencegahan AIDS bisa digabungkan dengan kampanye untuk memerangi narkoba.

''Badan Narkotika Provinsi Jawa Tengah, Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Semarang dan KPA Kota Semarang pun memberikan dukungan penuh pada kegiatan tersebut,'' kata dia.

Ancaman Serius

Dikatakan, AIDS merupakan ancaman serius saat ini. Jika pada 1990-an, tren penularannya masih melalui hubungan seks, dalam beberapa tahun terakhir ini sudah berubah.

Saat ini para penderita AIDS banyak yang merupakan pecandu narkoba, terutama yang menggunakan jarum suntik secara bergantian.

Budi menambahkan, yayasan yang dipimpinnya juga meluncurkan program baru bagi para pecandu narkoba dan penderita AIDS. Selain pelayanan kesehatan terpadu yang melibatkan dokter, perawat, dan psikolog, mereka juga bisa memperoleh berbagai pelatihan gratis.

''Mereka bisa berlatih musik, jahit, sablon, komputer, dan industri rumah tangga,'' kata dia. (G6-16d)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA