| Selasa, 05 Desember 2006 | SEMARANG |
Diusulkan, Median Permanen di Depan Pasar ProjoAMBARAWA - Untuk mengatasi kemacetan di depan Pasar Projo Ambarawa, Satlantas Polres Semarang mengusulkan adanya median (garis tengah pembatas jalan-Red) permanen. Pembatas berupa bangunan semen berpagar besi kokoh diyakini akan mampu menekan kemacetan di jalur utama Kota Palagan itu. Dengan adanya median, tidak akan ada lagi penyeberang jalan dan pengendara motor sembarangan. ''Bila median dibuat permanen dengan pagar besi, penyeberang jalan dan pengendara motor tidak bisa seenaknya nyelonong. Pengguna jalan yang tidak tertib ini menjadi salah satu penyebab utama kemacetan,'' kata Kapolres Semarang AKBP Drs Hariono melalui Kasatlantas Iptu Yuyun Arief KH usai Operasi Patuh di Ambarawa, Senin (4/12) kemarin. Dia menjelaskan, bila penyeberang tidak lagi bisa menerobos median jalan yang kondisinya kini memprihatinkan, Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di depan Pasar Ambarawa bisa dioptimalkan. Pihaknya melihat sarana tersebut selama ini kurang difungsikan. Kasatlantas mengusulkan panjang median permanen tersebut membentang antara depan Suzuki Jalan Jenderal Sudirman hingga jembatan di depan Kelenteng Ambarawa. ''Jika tidak diberi median, kendaraan roda dua dan empat seenaknya berputar, sehingga membuat macet. Padahal, di sana sudah dipasang rambu tidak boleh belok memutar,'' tandas Yuyun Arief. Jalur Lingkar Menurut hematnya, keberadaan median permanen ini akan sangat bermanfaat mengingat jalur lingkar Ambarawa belum terwujud. ''Kami berharap Pemkab berperan aktif membantu penganggaran pembangunan median jalan permanen tersebut,'' ucap Kasatlantas. Dalam Operasi Patuh yang digelar di Ambarawa, tercatat 10 sepeda motor melanggar rambu larangan memutar. Selain itu, 10 pengendara motor itu tidak membawa SIM, STNK, dan helm. ''Operasi Patuh kami lakukan untuk membina pengguna jalan. Bila terbukti melanggar akan kami tilang. Operasi ini berlangsung mulai 29 November hingga 19 Desember,'' paparnya. Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Semarang Agus Muhajir Tantowi mengatakan, bila pembangunan median merupakan alternatif terbaik, pihaknya sepenuhnya mendukung proses penganggarannya. ''Tidak masalah, tinggal bagaimana nanti Dishub dan DPU merencanakan. Kami mendukung bila hal itu bisa mengurai kemacetan,'' jelas dia. Menurut Tantowi, anggaran pembangunan itu bisa secepatnya diusulkan untuk alokasi APBD 2007. (H14-37) |