logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 05 Desember 2006 SEMARANG
Line

Jadi Korban Penyertaan Modal

Guru Diminta Tetap Semangat Mengajar

UNGARAN - Sejumlah guru di Kabupaten Semarang diminta tetap semangat mengajar di sekolah, meski mereka menjadi korban kasus penipuan bisnis penyertaan modal.

''Jangan sampai semangat mengajar di sekolah kendor, karena menjadi korban bisnis akal-akalan itu. Kami sudah menyosialisasikan ke sekolah-sekolah. Dinas Pendidikan tidak tahu-menahu soal keikutsertaan para guru tersebut,'' tegas Kepala Dinas Pendidikan Nurjanto SH MM melalui Kepala Bidang Tenaga Kependidikan Dinas Pendidikan Drs Mukadi di ruang kerjanya, kemarin.

Menurut Mukadi, para guru yang menjadi korban Erni Fashion Salatiga tidak perlu berkecil hati, karena pemerintah tetap memperhatikan kesejahteraan mereka. Mengenai data siapa saja yang terkena bisnis penyertaan modal fiktif itu, pihaknya mengaku tidak tahu.

''Informasi lisan dari para guru menyebutkan, di sekolah A ada beberapa guru yang terkena, tapi kami tidak bisa menyebutkan, sebab datanya tidak valid,'' katanya.

Menurut dia, jika para guru meminjam uang di bank biasanya hanya sepengetahuan kepala sekolah, bukan Dinas Pendidikan. Berkait tambahan penghasilan, Mukadi menjelaskan, pemerintah akan menaikkan tunjangan fungsional untuk guru profesional yang sudah dites kompetensinya. Kuota guru Kabupaten Semarang 101 orang meliputi 73 guru SD dan 28 guru SMP.

Gaji Pokok

Ada empat faktor yang akan diujikan. Yakni, kompetensi pedagogik (kemampuan materi pengajaran), kepribadian, profesional, dan sosial. Kompetensi pertama dan kedua dites secara tertulis, sedangkan kompetensi ketiga dan keempat diuji saat guru mengajar di kelas.

''Yang menguji adalah Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK). Setelah guru lulus uji kompetensi hingga mendapat sertifikasi profesi, selanjutnya diusulkan mendapat tunjangan profesi sebesar satu kali gaji pokok. Lumayan kan?'' tandas Mukadi.

Syarat mengikuti uji kompetensi, menurut dia, adalah guru SD (guru kelas) dan SMP (guru sejumlah mata pelajaran), yang memiliki ijazah S1 atau D4. Guru SMP yang mendapat kuota mengikuti uji kompetensi adalah guru PPKn dua orang, Bahasa Indonesia (4), Bahasa Inggris (4), Matematika (4), Fisika (4), Biologi (4), Ekonomi (2), Geografi (2), dan Sejarah (2).

''Program pemerintah ini sampai tahun 2014, sehingga para guru harus berlomba-loma menjadi yang terbaik untuk mendapat tambahan penghasilan yang baik,'' terang dia. (H14-37)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA