| Selasa, 05 Desember 2006 | SEMARANG |
PKL Jalan Pattimura Kembali Ditertibkan
SALATIGA- Sejumlah pedagang Pasar Sayangan Salatiga yang nekat berjualan lagi di trotoar sepanjang Jalan Pattimura, kembali ditertibkan tim gabungan Satpol PP dan Dinas Pasar, Senin (4/12) pagi. Penertiban yang dilakukan pada pagi dan terkesan mendadak itu, membuat pedagang pontang-panting. PKL yang umumnya berjualan sayur mayur itu pun berlari memasuki gang di sekitar jalan. Begitu melihat dua mobil petugas datang, mereka langsung menitipkan dagangannya ke toko-toko di tempat itu. Sebagian lagi membawa dagangannya untuk disimpan di beberapa gang. Padahal, saat itu petugas hanya mengawasi dan berniat memberi pengarahan. Karena itu, petugas tidak mengangkut satu pun barang dagangan. Justru sebaliknya, beberapa anggota Satpol PP malah membantu para pedagang memindahkan barangnya ke dalam Kompleks Pasar Sayangan. Sebagian pedagang ada juga yang mengambil barang-barangnya untuk dipindahkan ke dalam pasar. Para pedagang di trotoar selanjutnya menunggu petugas beranjak pergi. Setelah anggota Satpol PP dan Dinas Pasar meninggalkan lokasi pada pukul 08.30, mereka pun kembali berjualan. Kasi Bina Usaha Dinas Pasar Dalimo mengatakan, petugas tidak bisa terus-menerus mengawasi para pedagang yang berjualan di trotoar. "Tugas kami kan banyak, jadi tidak bisa kalau hanya mengawasi mereka agar tidak berjualan di trotoar," katanya. Kepala Dinas Pasar dan PKL Drs Tri Priyo Nugroho didampingi Kepala Inkom Drs Petrus Resi MSi mengatakan, penertiban itu dalam rangka pembinaan kepada para pedagang yang masih nekat berjualan di Jalan Pattimura. Petugas tidak akan menindak, tetapi hanya mengingatkan mereka agar sadar dan mau berjualan kembali di Pasar Sayangan. ''Pembinaan itu akan kami lakukan terus-menerus,'' terang Priyo. Salah seorang pedagang, Sawinah (65), menyatakan dirinya telah berjualan di tempat itu selama kurang lebih 17 tahun, namun baru kali ini dioprak-oprak petugas. "Kula namung pados arto damel nedhi Mas, nopo malih kulo namung gesang piyambakan. (Saya hanya cari uang Mas untuk makan Mas, apalagi saya hidup sendirian-Red)," tutur wanita yang berjualan sayur mayur itu. (H23,H2-37) |