| Selasa, 05 Desember 2006 | SEMARANG |
DPRD Berencana Bentuk Tim Pencari Fakta
DEMAK - Belum jelasnya hasil penyidikan Polres Demak terkait penyebab terjadinya kebakaran Pasar Bintoro, membuat kalangan DRPD setempat berinisiatif membetuk tim pencari fakta. Namun sebelum terealisasi, mereka akan menggelar rapat dengar pendapat dengan Polres yang dijadwalkan pekan depan. Usulan itu berkembang dalam rapat gabungan Komisi B dan C bersama Paguyuban Perdagangan Pasar Bintoro (P3B) dan Kantor Pengelolaan Pasar Demak, di ruang rapat pimpinan, Senin (4/12). Rapat tersebut dipimpin Ketua Komisi B Suko Pratomo dan Ketua Komisi C Sudarno. Ketua Komisi B Suko Pratomo SE mengatakan, belum adanya kejelasan hasil penyidikan Polres dan Laboratoriun Forensik Polda membuat banyak pihak saling curiga. Sebagian pedagang dan masyarakat ada yang menduga kebakaran terjadi karena unsur kesengajaan. Namun, sebagian lainnya menilai murni kecelakaan. ''Nah kalau polisi tidak segera menjelaskan hasil penyidikannya, perasaan saling curiga bisa terus berkembang. Tentu dampaknya kurang baik,'' katanya. Anggota FPDI-P ini mengaku dapat memahami kecurigaan sebagian pedagang, karena mereka mengalami kerugian cukup besar dalam peristiwa kebakaran Jumat, 17 November itu. Rencana pembetukan tim pencari fakta diamini Kepala Kantor Pengelolaan Pasar Drs H Suwadi MM. Sebagai pihak yang menjadi korban dari peristiwa itu, dia mengaku perlu mencari tahu secara pasti penyebabnya. Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Bintoro (P3B), Muntaqo mengatakan, pedagang sangat berharap mengetahui penyebab terjadinya kebakaran. Kendati masih terus bertanya, mereka mencoba menekan rasa ingin tahunya itu dengan menyibukkan berjualan. ''Kami berharap penyidikan aparat cepat membuahkan hasil, setidaknya untuk menjawab berbagai informasi tentang penyebab kebakaran.'' Kapolres Demak AKBP Drs Agung Wicaksono melalui Kasatreskrim AKP Subiyantoro SH menjelaskan, pihaknya masih menunggu hasil Pusat Labfor Polda Jateng yang beberapa waktu lalu mengambil barang bukti. Diperkirakan hasilnya sudah dapat diketahui pada minggu-minggu ini. Dia mengimbau pedagang tidak perlu saling curiga, karena proses penyidikan masih berjalan. ''Kalau ada yang menduga terdapat unsur kesengajaan, ya beritahukan kepada kami apa saja yang mereka ketahui. Yang pasti, semua masukan akan menjadi informasi berarti dalam mengusut kasus tersebut,'' terang Subiyantoro. (H1-16d) |