logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 05 Desember 2006 SEMARANG
Line

Warga Minta Saluran Depan Wonderia Dikeruk

  • Kawasan Pleburan Kebanjiran

SEMARANG - Warga Kelurahan Pleburan, Kecamatan Semarang Selatan berharap, dilakukan pengerukan atas saluran depan Taman Rekreasi Wonderia. Sebab, saluran di sebelah selatan Jalan Sriwijaya itu penuh lumpur, pasir, serta sampah.

Kondisi itu menyebabkan aliran air mampat, sehingga meluap sampai permukiman warga di Pleburan, Taman Pleburan, Singosari, dan Hayam Wuruk.

''Jumat lalu saat hujan, luapannya seperti aliran sungai dan deras sekali. Beruntung, halaman saya beri ''tanggul'' sehingga air tidak masuk rumah,'' tutur Suryanto, warga Taman Pleburan, Senin (4/12).

Sementara Hadi warga Pleburan mengakui, rumahnya menjadi langganan banjir. Posisi rumahnya yang agak rendah dari rumah tetangga itu, membuat air masuk dengan cepat saat banjir. Meski demikian, banjir cepat surut.

''Paling lama setengah jam. Tinggi banjir hanya 30 sentimeter. Namun setelah air surut, banyak lumpur dan sampah yang tersisa,'' lanjut dia.

Tempat Parkir

Kedua warga itu menuding penyebab banjir di wilayah Pleburan dan sekitarnya adalah mapetnya saluran di depan Wonderia. Karena itu, mereka meminta Pemkot segera mengeruk saluran itu.

Suwandi, warga Genuk Krajan mengatakan, luapan saluran air di depan Wonderia tidak hanya berimbas terhadap kawasan Pleburan. Genuk Krajan pun terkena getahnya. Rumah-rumah yang ada di dekat saluran pun kebanjiran.

Terkait dengan masalah itu, Triyono, anggota Tim Drainase dari Kelurahan Pleburan mengaku sudah mengajukan permintaan pengerukan saluran di depan Wonderia kepada DPU Kota Semarang. Dari kajian tim, kawasan Pleburan banjir karena saluran itu tidak berfungsi.

Tim juga menyesalkan pihak manajemen Wonderia yang menutup saluran itu untuk tempat parkir. Akibatnya, endapan lumpur di saluran bawah tempat parkir, tidak bisa dikeruk.

''Tahun kemarin, yang dikeruk hanya saluran terbuka. Padahal, saluran yang tertutup tempat parkir itu penuh lumpur. Jadi kalau mau dikeruk, setidaknya mulai dari saluran di Genuk Krajan sampai depan Gedung Dharma Wanita. Tidak setengah-setengah,'' ujarnya.

Menurut kajian tim, karena kawasan Pleburan lebih rendah, luapan air dari saluran depan Wonderia mudah menggenanginya. (dky, ric-56m)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA