logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 05 Desember 2006 SEMARANG
Line

''Slogan Itu Harapan''

BALAI KOTA - Setelah didesak berbagai kalangan, akhirnya Wali Kota Sukawi Sutarip buka suara soal slogan ''The Beauty of Asia''. Kepada wartawan, Senin (4/12), Wali Kota memaparkan konsep slogan yang dimaksudkan untuk ''menjual'' Kota Semarang itu.

Dikatakannya, pihaknya menyatakan rasa terima kasih dan penghargaan kepada berbagai kalangan, yang menyampaikan opini dan pandangan terhadap slogan tersebut. Pendapat-pendapat yang berkembang di media massa itu, menurutnya, merupakan wujud ekspresi perhatian dan kecintaan pada Kota Semarang. ''Respons itu yang memang ditunggu-tunggu. Semua masukan akan memperkaya konsep yang disusun Pemkot,'' tutur Wali Kota.

Slogan ''The Beauty of Asia'' dimunculkan sebagai upaya menerjemahkan visi ''Mewujudkan Kota Metropolitan yang Religius Berbasis Perdagangan dan Jasa''. Karena itu, Sukawi menandaskan, slogan itu sejalan dengan visi kota.

Dijelaskannya, kalau visi sebagai kota perdagangan dan jasa bisa diwujudkan, Semarang bisa menjadi kota pelayanan. Hal itu bisa diwujudkan dengan baik, kalau semua lini memberikan dukungan penuh. Kalau itu terjadi, keindahan sebuah kota bisa dimunculkan.

''Itulah hakikat beauty dari slogan Kota Semarang. Jadi tidak semata-mata beauty dalam artian indah secara fisik,'' katanya.

Secara fisik, kata dia, Semarang memiliki keindahan topografis, yakni terdiri atas kota atas dan bawah. Kota atas yang terletak di perbukitan memiliki hawa sejuk dan pemandangan lanskap kota yang indah. Sementara, kota bawah memiliki pantai yang tak kalah indahnya.

''Untuk nonfisik, Semarang memiliki warga yang hidup rukun dan bersama-sama menciptakan suasana kondusif, walaupun terdiri atas berbagai etnis,'' tambahnya.

Harapan

Wali Kota menandaskan, pemilihan slogan itu merupakan bentuk harapan, sebagai gambaran masa depan yang dicita-citakan Kota Semarang. Namanya harapan, kata dia, belum tentu sekarang sudah ada.

''Ketika dicanangkan sebagai kota pelayanan, apa bisa langsung tercapai keadaan yang diinginkan? Tentu saja tidak. Kota pelayanan, dalam hitungan saya, baru akan tercapai dalam lima tahun mendatang. Singapura saja perlu 20 tahun untuk sampai pada kondisi sekarang,'' katanya.

Untuk bisa mencapai kondisi yang dicita-citakan itu, Sukawi mengatakan, harus ada langkah pertama yang memulainya. Langkah pertama yang diambil itu, memberikan nama atau brand kota sebagai ''The Beauty of Asia''. Berikutnya, pihaknya telah menyiapkan sejumlah langkah untuk mewujudkan ''keindahan'' itu, mulai dari penataan PKL, traffic management, pembenahan infrastruktur, dan pembangkitan perekonomian.

''Memberi nama tentu harus yang baik. Sebab, nama itu tak hanya harapan, melainkan juga cita-cita yang ingin diraih.'' (H9,H12-62)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA