| Selasa, 05 Desember 2006 | SEMARANG |
Sigarbencah Dipasangi Bore PileSEMARANG - Kerusakan jalan di sisi selatan Jalan Sigarbencah, Kecamatan Tembalang mulai ditangani. Pantauan Suara Merdeka Senin (4/12), sebuah begu mengepras sisi jalan yang semula ambrol. Pekerjaan itu merupakan bagian awal dari penanganan jalan tersebut. Menurut Supri, Penanggung Jawab Proyek PT Binder Base Jakarta, setelah semua dikerjakan barulah akan dilakukan pengukuran untuk pemasangan bore pile. ''Dalam beberapa hari ini, setelah semua selesai, kami segera mengebor. Untuk itu memakan waktu lama. Sebab, pada tanah berkedalaman lebih dari 10 meter itu, jenis tanahnya sangat keras,'' ujar dia di lokasi. Seperti pernah diberitakan, tanah di Sigarbencah pada kedalaman kurang dari 10 meter berupa lempung putih yang mudah bergeser. Namun pada kedalaman lebih dari 10 meter, berupa lempung yang sangat keras. Terkait dengan itu, Supri menekankan, kekerasan tanah akan menjadi kendala saat pengeboran. Selain itu, faktor cuaca juga menjadi penghambat pelaksanaan pekerjaan. ''Kalau bagus, mungkin satu bulan ini selesai. Namun kalau nanti hujannya terus-menerus, terpaksa pengeborannya paling lama sampai Januari mendatang.'' Jalan Sigarbencah berada di atas tanah yang labil dan sering rusak. Untuk memperbaikinya, Pemkot memperoleh bantuan pascabencana dari Kantor Menko Kesra Rp 2,6 miliar. Penanganan yang dilakukan berupa bore pile untuk menstabilkan tanah. Bore Pile, Kasi Pemeliharaan Jalan dan Jembatan DPU Kota Semarang Ir Rosyid Hudoyo mengatakan, pihaknya merencanakan pembuatan talut sepanjang 120 meter. Talut itu dibangun dengan konstruksi bore pile pada 121 titik dengan kedalaman 24 meter masing-masing. Pada minggu ini, lanjut dia, dilaksanakan pengeprasan atau pengupasan tanah. Hal itu sebagai persiapan pemasangan bore pile untuk menangani dinding yang longsor. ''Pekerjaan yang sekarang berlangsung merupakan bagian komprehensif dari rekonstruksi pascabencana yang dibiayai APBN Perubahan.'' (dky,H9-56j) |