| Selasa, 05 Desember 2006 | EKONOMI |
Pengusaha-Pejabat Daerah Masih Main Mata
SOLO - Dalam proses tender yang dilakukan pemerintah di daerah, masih terjadi adanya ''main mata'', antara pengusaha dan pejabat pemerintah. Menurut Sekretaris Panitia Muscab IV Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Surakarta M Farid Sunarto hal ini sudah menjadi rahasia umum. Namun dibandingkan sebelum adanya Keppres nomer 80/2003, proses tender pengadaan barang dan jasa sekarang ini lebih transparan. Dengan adanya Keprres tersebut pengadaan barang dan jasa harus diumumkan melalui media sehingga diketahui masyarakat. Di sela-sela memberikan keterangan tentang Muscab IV Hipmi Surakarta, ia mengatakan, ''main mata'' antara pengusaha dan pejabat dapat menurunkan kualitas barang/jasa yang ditenderkan. Ia menegaskan, Hipmi ingin adanya kompetisi yang sehat dalam berusaha. Dengan demikian maka semua pengusaha memperoleh kesempatan yang sama. ''Main mata dihilangkan, untuk memberikan kesempatan yang sama pada pengusaha besar, sedang dan kecil,'' katanya. Muscab Sementara Muscab Hipmi yang akan berlangsung 9 Desember di Hotel Sahid Kusuma, Solo tampil dua kandidat Ketua periode 2006 - 2009 yakni Arifin Nur Rachmadie dan Tarrochmad Suryo Subagyo. Pada saat acara akan diserahkan ''Himpi Award'' kepada dua Lembaga Swadaya Masyrakat (LSM) yang memberikan kontribusi bagi tumbuhnya iklim usaha. Kontribusi yang diberikan LSM itu menurut Steering Committee Drs Eko Suryono mengarah pada fair play dalam dunia bisnis. Selain LSM, penghargaan juga diberikan kepada empat asosiasi yang aktif dalam kegiatan dan keberpihakannya pada UKM. Dalam Muscab juga diselenggarakan talkshow dengan thema ''Strategi cerdas bersaing dalam era persaingan bebas''. Nara sumber Presdir PT Suwastama Solo Drs H Hardono MBA, Presdir PT Caladi Lima Sembilan Marius Widyarto dan Dirut Tiga Bersaudara Grup Ir Bambang Ifnurudin Hidayat. (bt-59) |