logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 02 Desember 2006 SALA
Line

Perlu Dana Penanggulangan HIV/AIDS dalam APBD

SOLO -Puluhan aktivis yang tergabung dalam Jaringan LSM Peduli AIDS Kota Surakarta memperingati Hari AIDS Sedunia di depan Balai Kota, kemarin. Mereka menuntut tanggung jawab Pemkot dalam penanggulangan HIV/AIDS.

Sebelumnya mereka menggelar happening art dan berjalan kaki dari bundaran Gladag. Sepanjang jalan menuju Balai Kota para aktivis itu membagi-bagikan bunga dan stiker kepada pengguna jalan sambil menyampaikan pesan-pesan seputar HIV/AIDS.

''Pemkot beserta jajarannya diharapkan punya tindakan nyata terkait dengan HIV/AIDS. Bukan sekadar slogan atau rencana, melainkan tindakan yang berdampak pada masyarakat. Dalam APBD perlu ada alokasi dana memadai untuk menanggulangi HIV/AIDS,'' tutur Yunus Prasetyo, koordinator lapangan aksi.

Aksi kemarin diharapkan mampu memberi dukungan kepada orang dengan HIV/AIDS(ODHA) sehingga mendapat dorongan untuk bisa berkembang sesuai kapasitas masing-masing, sekaligus menghilangkan stigma negatif yang selama ini melekat.

Dia menjelaskan kasus HIV/AIDS sudah sangat memprihatinkan. Di Jateng ada 234 orang terinfeksi HIV, 100 orang mengidap AIDS, dan 53 di antaranya meninggal dunia.

Di Solo dari tahun 2002 sampai Oktober 2006 tercatat 25 orang terinfeksi HIV, 26 orang mengidap AIDS, dan 9 di antaranya meninggal dunia. ''Sangat memprihatinkan adalah di antaranya bayi,'' tambahnya.

Sekda Dr H Qomaruddin selaku Ketua Komisi Penanggulangan AIDS Surakarta saat menemui para aktivis menyatakan Pemkot mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memerangi HIV/AIDS.

Bagikan Kondom

Sementara itu puluhan mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP dan Fakultas Kedokteran UNS kemarin turun ke jalan memperingati Hari AIDS sedunia. Mereka mengadakan aksi membagi-bagikan kondom kepada para mahasiswa dan masyarakat di sekitar kampus. Siapapun yang ditemui, langsung diberi karet pengaman saat berhubungan intim itu.

''Kami ingin berpartisipasi menekan penyebaran HIV/AIDS. Sebab, jumlah pengidapnya semakin banyak, termasuk di Solo,'' kata Bagus Sandy, koordinator lapangan aksi itu.(G13,an-27,50v)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA