| Sabtu, 02 Desember 2006 | PANTURA |
Musim Tanam Mundur
TEGAL - Musim tanam (MT) I tahun 2006/2007 di wilayah eks Karesidenan Pekalongan dipastikan mundur dibanding MT tahun sebelumnya. Hal itu karena musim hujan di kawasan tersebut baru tiba pertengahan Desember nanti. Kepala Balai Pengelolaan Sumber Daya Air (BPSDA) Pemali Comal, Prasetyo Budie Yuwono ME, melalui Koordinator Pelaksana Alokasi Air, Dasirun ST, kemarin, mengatakan, musim tanam seharusnya dimulai Oktober dasarian II. Namun, karena ketersediaan air di beberapa bendung masih jauh dari mencukupi, musim tanam menjadi mundur. Dijelaskannya, volume air Waduk Cacaban di Kabupaten Tegal pada 27 November lalu 5.249.225 meter kubik (m2). Adapun Waduk Malahayu dan Waduk Penjalin di Kabupaten Brebes, masing-masing 3.396.909 m2 dan 982.500 m2. Tiga waduk tersebut akan dibuka pada awal Desember ini, karena petani di sejumlah wilayah di Pekalongan segera memulai musim tanam. Sebagian besar menanam padi, sebagian kecil palawija dan tebu. Pihaknya mengharapkan di bulan terakhir tahun 2006 ini curah hujan sudah tinggi. Ditanami Bawang Samsuri (29), petani di Kalinyamat Kulon, mengatakan, akan mulai menanam padi di lahan miliknya seluas 0,5 hektare pada Januari mendatang. "Kami masih menunggu hujan dengan intensitas cukup tinggi untuk memulai menanam," ujar dia. Saat ini, Samsuri menanami lahannya dengan bawang merah dan bayam. Sudin (42), petani di Kelurahan Debong Kulon, Kecamatan Tegal Selatan, juga memanfaatkan lahan sebelum ditanami padi dengan bawang merah. Dia terpaksa membuat sumur pantek untuk mengairi bawang, karena air irigasi tak mencukupi. Kemarin, dia memanen bawang di areal seluas 2.400 m2, yang disewanya dari pemilik lahan Rp 1,2 juta per tahun. Dia berencana menanam padi pada Januari mendatang. (H26-65h) |