| Sabtu, 02 Desember 2006 | OLAHRAGA |
PernikKuasai Empat BahasaDOHA - Bagi Hasanuddin Usman (38), putra kelahiran Loksemawe, Nangroe Aceh Darussalam, menjadi tenaga sukarela di Asian Games, Doha, Qatar, mempunyai kenangan yang tak terlupakan dalam hidupnya, walaupun sudah menetap di negara itu selama satu tahun setengah. Ia yang mengaku bekerja di salah satu pabrik kimia di Doha ini, merasa terpanggil untuk menjadi tenaga sukarela karena kesempatan untuk membantu multi event Asia ini adalah pekerjaan yang langka. Bapak dari seorang anak yang bernama Seka dari ibu Ratna Sari itu, pada bulan Agustus meminta rekomendasi di perusahaannya untuk membantu Asian Games di Doha sebagai tenaga sukarela, mengingat di sana hanya bekerja empat hari dalam satu minggu, sehingga waktu luang dimanfaatkan untuk mengabdikan diri pada kegiatan olahraga Asia di Doha ini. ''Ketika saya melamar sebagai tenaga sukarela, sempat ditanya apakah saya menguasai bahasa dari beberapa negara? Seketika itu pula saya jawab, saya menguasai bahasa Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam, dan Indonesia. Mereka sempat kaget karena saya banyak menguasai bahasa. Padahal saya hanya menguasai bahasa Inggris dan Melayu,'' kata Hasanuddin Usman yang mengakui dirinya tidak mementingkan honoer yang bakal diterimannya nanti. (ant-28) Taksi Gelap di DohaDOHA - Selama Asian Games XV berlangsung, amat susah mencari taksi di Doha sehingga penumpang di tempat khusus di tepi jalan antri puluhan meter. Hal itu merupakan pemandangan biasa setiap malam. Menurut penduduk Doha, ada sekitar 3.000 taksi Karwa yang beroperasi selama ini. Namun ribuan pengemudi dialihkan sementara karena dibutuhkan untuk membawa berbagai kendaraan yang dipakai pada Asian Games. Mereka membawa mobil para tamu Asian Games, termasuk mobil Ford terbaru dan Jaguar yang jumlahnya ratusan. Hanya sekitar 400 taksi Karwa yang beredar selama Asian Games berlangsung. Tapi jangan khawatir, bila kita berdiri di tepi jalan, akan ada mobil pribadi berhenti menawarkan jasanya dan kita tinggal menawar dan umumnya harganya sekitar dua kali lipat dari harga taksi argo. Jadi, selain taksi terang alias yang memiliki argo, di Qatar pun ada juga taksi gelap, yang supirnya tentu saja para pendatang. (ant-28) |