| Sabtu, 02 Desember 2006 | OLAHRAGA |
Dua Pilar Arema Dibajak PersikKEDIRI- Dua pemain nasional, Aris Budi Prasetyo dan Erol FX Iba, resmi menandatangani kontrak dengan juara Liga Indonesia 2006, Persik Kediri. Kedua pemain itu mendapatkan bayaran masing-masing Rp700 juta untuk satu musim kompetisi. Penandatanganan kontrak dua pemain pilar Arema Malang itu dilakukan di rumah dinas Wali Kota Kediri HA Maschut, yang juga bos Persik, kemarin. Maschut meminta agar kedua pemain tersebut dapat menjalankan tugas dalam mewujudkan ambisi tim kebanggaan Kota Kediri itu untuk mempertahankan mahkota liga tahun depan. "Dengan materi pemain seperti sekarang ini, mudah-mudahan Persik tidak hanya juara liga, tapi juga harus mampu menjuarai Copa Indonesia," ujarnya. Untuk musim kompetisi mendatang, Aris Budi Prasetyo mengenakan kostum bernomor punggung 18, sedang Erol nomor 3. Dengan masuknya Aris dan Erol, Persik sudah tidak membutuhkan pemain lokal. Manajer Persik Iwan Budianto menjelaskan, sampai saat ini timnya sudah punya 21 pemain. "Sekarang kami hanya butuh dua pemain asing untuk posisi belakang. Kami sudah mengincar dua pemain asal Brasil, yakni Alessandro Pinho dan Deca Dos Santos, tapi kami lihat dulu hasilnya setelah Piala Emas Bang Yos di Jakarta," ujarnya. Ia mengakui, hanya lini pertahanan yang perlu mendapat perhatian setelah hengkangnya Suroso ke Arema dan kepulangan Sandro Soares ke Brasil. Mengenai status dua pemain depan Persik yang turut mengantarkan tim meraih juara dua kali, Johan Prasetyo dan Musikan, Iwan menyatakan, masih mempertimbangkan apakah cedera yang diderita dua pemain tersebut dapat sembuh total atau tidak. "Kalau bicara soal kemungkinan, bisa jadi salah satu di antara mereka yang kami perpanjang kontraknya atau malah dua-duanya tidak kami perpanjang," tegasnya. Tidak Membajak Iwan juga menegaskan, klubnya tidak membajak para pemain Arema. "Dari mana alasan kami disebut membajak? Ada klub lain yang memboyong mantan pemain Arema dengan jumlah jauh lebih banyak dibanding kami," ujarnya. Ia menyebutkan, Persita Tangerang memboyong tujuh mantan pemain Arema, termasuk mantan pelatih tim berjuluk Singo Edan itu, yakni Benny Dollo. "Kami hanya ambil empat, itupun yang dua, kiper Kurnia Sandy dan pemain belakang Zainuri sebagai pemain cadangan. Nggak bisa dong, kalau hal ini dikatakan sebagai pembajakan," kata menantu Wali Kota Kediri HA Maschut itu. Erol FX Iba sendiri ketika dihubungi mengaku sudah tidak kerasan lagi di Arema karena ada persoalan antara dirinya dengan pihak manajemen yang tidak bisa diselesaikan. Soal memilih Persik sebagai klub tempat berlabuh musim kompetisi mendatang, Erol beralasan karena materi pemain yang ada cukup bagus dan berkesempatan mengikuti kompetisi Liga Champions Asia 2007. "Bukan soal nilai kontrak kami bergabung dengan Persik ini. Ada klub lain yang menawarkan nilai kontrak lebih tinggi, seperti Sri wijaya FC dan Arema sendiri yang sampai tadi malam datang ke rumah untuk membujuk saya," ujar pemain nasional itu. Sedang Aris Budi Prasetyo mengaku, sudah lama berkeinginan bergabung dengan tim kebanggaan warga Kota Kediri itu. "Setelah membela Petrokimia, saya sudah diminta Mas Iwan (Iwan Budianto) untuk bergabung dengan Persik. Sekarang setelah sukses mengantarkan Arema juara Copa Indonesia tahun ini, saya tertarik bergabung ke Persik," ujar pemain asal Kraton, Pasuruan yang dinobatkan sebagai pemain terbaik Copa Indonesia 2006. (jo,ant-40) |