| Sabtu, 02 Desember 2006 | SEMARANG |
Dikeluhkan, Truk Pasir di Alun-alun
UNGARAN - Komunitas Peduli Kabupaten Semarang (KPKS) mengeluhkan truk-truk pasir di sekitar alun-alun lama Ungaran yang semakin tidak tertata. Bahkan saat ini, beberapa truk mangkal di sepanjang jalan arah barat lampu lalu lintas menuju alun-alun. Kondisinya sangat memprihatinkan, semrawut, dan kumuh. ''Selain mengganggu keindahan kota, truk-truk pasir ini juga merebut hak pengguna jalan. Separo badan jalan mereka penuhi,'' tandas Mujiono (46) salah satu pendiri KPKS, kemarin. Putra Ungaran ini menilai sudah saatnya Pemkab melakukan penataan. Sebab bila tidak segera diatasi, truk-truk itu akan semakin menggila. Bukan tidak mustahil, jantung kota ini akan menjelma seperti lokalisasi terselubung seperti di Tegalpanas atau depan kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Semarang. ''Kecenderungannya seperti itu. Kalau ada truk-truk yang mangkal, berpotensi menumbuhkan prostitusi. Sebelum telanjur, mestinya ditertibkan,'' tandas lelaki yang biasa disapa Bang Nino ini. Dia ingin menumbuhkembangkan lokasi itu sebagai tempat wisata kuliner yang rapi, bersih, dan memesona. Legenda-legenda kuliner seperti nasi goreng jaikem dan satai gotong royong, akan terkenal. ''Dengan demikian, perekonomian warga sekitar alun-alun juga terangkat. Misalnya, dengan menjual wedang ronde, nasi kucing, kopi, dan makanan ringan lain. Jika ditata dengan baik, alun-alun akan menjadi ruang publik yang menyenangkan," tandas dia. Didukung Preman Anggota Komisi C DPRD Mas'ud Ridwan SE mengatakan, pihaknya sudah mengingatkan sejumlah dinas/ instansi terkait untuk menata lokasi itu agar bebas dari truk-truk pasir. ''Parkir truk pasir semestinya ditata dan dicarikan solusinya. Semua elemen masyarakat mestinya menghormati citra alun-alun sebagai jantung kota. Kalau dibiarkan, bisa berdampak negatif,'' tandas Mas'ud. Dampak itu, menurutnya, pangkalan truk tidak menutup kemungkinan menimbulkan transaksi negatif seperti halnya di Tegalpanas. ''Saya juga mendapat laporan dari warga sekitar lokasi bahwa pangkalan truk pasir menimbulkan bau tidak sedap. Sebab, diduga banyak oknum kencing di sekitar truk,'' tutur dia. Komisi C, lanjut dia, akan mengajak berembuk dinas/instansi terkait untuk membahas masalah ini. Jika memang banyak truk yang parkir di tempat itu karena didukung preman, harus ditertibkan. "Masak Pemkab kalah dengan preman? Satlantas Polres Semarang juga akan kami mintai bantuan untuk menertibkan truk-truk itu,'' ujar dia. (H14-16m) |