logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 02 Desember 2006 SEMARANG
Line

Kali Terakhir Mengantar Maya...

JUMAT (1/12) pagi, seperti biasa Suwardi (45) mengantar putri sulungnya Noer Chumaya Ratih (19) berangkat kuliah. Dari rumah di Jalan Patiunus I/27 RT 6 RW 11, Kelurahan Pandean Lamper, Gayamsari, dia memboncengkan Maya - sapaan akrab Noer - dengan sepeda motor. Tak sampai di kampus Politeknik Negeri Semarang, hanya di Jl Dr Cipto.

Dari jalan tersebut, Maya naik bus menuju kampusnya yang berada di kawasan Tembalang. Jumat pagi, bus yang ditunggu tak kunjung kelihatan. Baru setelah setengah jam, bus Tri Sunar Jaya H-1516-AG jurusan Terboyo-Tembalang-Banyumanik datang. Meski penuh penumpang, Maya tetap memaksakan diri naik.

Dia yang khawatir terlambat kuliah berdiri di dekat pintu bus bagian depan. Sebagaimana biasa, Suwardi menunggui sampai bus yang dinaiki putrinya datang. Bus berlalu, dia pun pulang.

Tak terbayang dalam benaknya, pagi itu kali terakhir dia mengantar Maya. Sesampai di rumah lelaki yang membuka jasa pijat saraf itu melanjutkan aktivitas harian seperti biasa. Menjelang siang, dia ganti mengantar istrinya Markumah (40) berangkat kerja di daerah Pedurungan.

Bagi keluarga Suwardi, Maya adalah harapan keluarga. Gadisnya itu punya kemauan besar untuk mewujudkan cita-citanya. Meski berlatar keluarga sederhana, Maya ingin melanjutkan studi di perguruan tinggi. Melihat kemauan itu, Suwardi dan Markumah tak kuasa menolaknya.

''Untungnya, Maya bisa diterima di perguruan tinggi negeri, jadi biayanya tidak terlalu besar. Walaupun harus mati-matian mencari biaya kuliah dia, kami merasa ikhlas.

Tetangganya menyebut Maya sebagai gadis pemalu. Mahasiswi semester III Jurusan Akuntansi Keuangan dan Perbankan itu juga rajin mengikuti aktivitas masjid di tempatnya tinggal. (Rukardi, Renjani, Riyono-18v)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA