logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 02 Desember 2006 SEMARANG
Line

Bus Melorot, Mahasiswi Polines Tewas Tergencet

SEMARANG - Kecelakaan yang diduga akibat kondisi bus tidak laik jalan kembali terjadi di jalur tanjakan Kota Semarang. Kali ini lokasi kejadian di Telaga Bodas di Jl Teuku Umar, sekitar pukul 08.00, Jumat (1/12).

Mikrobus PO Tri Sunar Jaya H-1516-AG, trayek Terboyo-Tembalang-Banyumanik yang membawa sembilan penumpang tidak kuat naik di jalur menanjak itu. Karena rem blong, bus kemudian melorot.

Kejadian tersebut menambah panjang daftar kecelakaan yang diakibatkan rem blong. Pada Sabtu (25/11) lalu bus PO Rosalia Indah AD-1723-BA berpenumpang 40 orang mengalami kecelakaan karambol di Tol Tembalang mengakibatkan lima orang tewas dan lima luka parah.

Selang tiga hari kemudian, Selasa (28/11), kecelakaan serupa terjadi di Jl Setyabudi, di tanjakan Gombel. Mikrobus PO Bergas Jaya H-2636-EA berpenumpang 14 orang tabrakan karambol setelah rem blong. Satu tewas seketika dan14 orang luka parah.

Dalam kecelakaan di tanjakan Telaga Bodas, sopir bus mini tersebut, Muh Zaini (36), awalnya mengoper persneling saat bus berjalan di jalur menanjak. Namun kondisi mesin yang kurang baik, membuat lajunya tersendat diiringi deru keras suara gas. Bus tidak kuat menanjak dan perlahan mundur.

Kernet Budiyanto (33) kemudian meloncat turun sambil membawa kayu pengganjal roda. ''Tapi saat roda belakang saya ganjal pakai kayu, bus tetap melorot dan melewati kayu itu,'' tutur kernet yang beralamat di RT 1 RW 2 Modyocandu, Secang, Magelang.

Penumpang Panik

Melihat kondisi membahayakan, penumpang menjadi panik. Seperti ingin mencari jalan keluar untuk menyelamatkan diri. Dalam waktu sama, situasi lalu lintas di jalur arah Semarang-Solo itu cukup ramai.

Dalam suasana panik, salah seorang penumpang nekat meloncat keluar bus. Penumpang yang diketahui adalah mahasiswi semester III Politeknik Negeri Semarang (Polines) jurusan Akuntansi Keuangan dan Perbankan bernama Noer Chumaya Ratih (19), justru tergencet bodi bus dengan talut selokan di jalan itu.

Sejumlah warga berusaha melakukan pertolongan. Namun nyawa mahasiswi yang beralamat di Jl Patiunus I/27 RT 6 RW 11, Kelurahan Pandean Lamper, Gayamsari, tidak tertolong.

Kasatlantas Polresta Semarang Selatan Iptu Sutarno dan Kanitlaka Iptu Subadi yang melakukan pengecekan terhadap kondisi bus menemukan rem kendaraan itu sudah tidak berfungsi normal.

''Kir bus ini masih berlaku. Tapi bus tidak laik jalan. Karena pompa remnya tidak berfungsi dan mengakibatkan rem blong,'' tutur Iptu Subadi saat mengecek kondisi rem kendaraan angkutan penumpang tersebut, didampingi salah seorang tenaga mekanik dari bengkel yang sengaja didatangkan. (D12,H6,H12-18v)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA