logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 02 Desember 2006 SEMARANG
Line

Wali Kota Perlu Jelaskan Slogan Kota

SEMARANG - Wali Kota Sukawi Sutarip diminta memberikan penjelasan tentang konsep slogan ''The Beauty of Asia''. Hal itu cukup penting untuk menghindari perbedaan persepsi antara Pemkot Semarang dan para pemangku kepentingan (stakeholders) kota lainnya.

Ketua Komisi A DPRD Kota Semarang, H Djunaedi SH, Jumat (1/12), mengemukakan hal itu, terkait dengan polemik City Branding. Dikatakannya, masyarakat perlu menyimak dengan cermat penjelasan Wali Kota soal slogan tersebut, mulai dari gagasan yang memantiknya, konsep yang melatarbelakangi, hingga rencana-rencana yang akan dilaksanakan terkait dengan realisasi gagasan itu.

''Agar tidak terjadi simpang siur informasi yang bisa berujung perbedaan persepsi, saya kira lebih bijak kalau Wali Kota memberikan penjelasan,'' tutur Djunaedi.

Ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Semarang itu juga mempertanyakan relevansi slogan ''The Beauty of Asia'' dengan visi dan misi Kota Semarang, yaitu ''Kota Metropolitan yang Religius Berbasis Perdagangan dan Jasa''. Selain itu, kesiapan Pemkot dan masyarakat untuk merealisasikan slogan tersebut juga dipersoalkan.

''Saya akan sampaikan kepada teman-teman di DPRD untuk meminta penjelasan pada Wali Kota soal slogan itu. Kebetulan, Senin (4/11), akan ada rapat pimpinan. Konsep 'The Beauty of Asia' itu harus disosialisasikan, sehingga memperoleh dukungan luas,'' tandasnya.

Sebelumnya, YMT Kepala Kantor Infokom, Achyani SSos, telah memberikan penjelasan tentang latar belakang munculnya slogan ''The Beauty of Asia'', yang memancing reaksi dari sejumlah kalangan.

Dikatakannya, slogan itu diharapkan bisa menjadi pemicu semangat warga untuk bangga kepada kotanya, yang pada gilirannya bisa berpartisipasi aktif mewujudkan Semarang sebagai Kota Pelayanan. Saat yng sama, slogan itu juga untuk menunjukkan keindahan Semarang, baik dari sisi topografi maupun multikulturalnya.

Harapan

Secara terpisah, budayawan Darmanto Jatman menilai, slogan ''The Beauty of Asia'' yang dilontarkan Pemkot merupakan wujud pengarep-arep (harapan-Red). Seperti halnya pemberian nama pada anak, slogan itu menyiratkan harapan atas masa depan Kota Semarang.

''Dari kata-kata yang disampaikan, 'The Beauty of Asia' tentu mempunyai maksud yang sudah jelas, yaitu menjadikan Semarang sebagai keindahan Asia,'' ujar Darmanto.

Sebagai 'nama', gagasan untuk menggunakan slogan itu bisa dipahami. Namun demikian, perlu dipahami pula, apakah secara psikologis masyarakat sudah siap dengan kata-kata besar tersebut. ''Kalau tidak, seperti halnya penamaan anak, bisa-bisa kabotan jeneng. Jika itu sampai terjadi, maka bukan 'The Beauty of Asia' yang didapat, malah predikat 'The Worst of Asia'. Apa mau begitu,'' kata anggota Dewan Pertimbangan Pembangunan Kota (DP2K) tersebut.

Darmanto berpesan, Pemkot bisa mengakomodasi pendapat dari berbagai kalangan, termasuk yang mengkritik slogan itu. ''Kalau dalam perkembangannya kabotan jeneng, ya diganti nama sajalah. Dibikin enteng saja,'' ungkapnya. (H9,H12-56h)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA