| Sabtu, 02 Desember 2006 | SEMARANG |
Penjaga Gudang DibunuhGENUK - Walno alias Waldo (22) warga Wonosobo, ditemukan tewas mengenaskan dengan posisi meringkuk di dalam sumur sedalam 1,5 meter, di gudang VC Wimo, Kompleks LIK Gang XII/261-262, Genuk. Di tubuh karyawan gudang itu, ditemukan beberapa luka-luka akibat tusukan senjata tajam. Selain itu, ditemukan empat luka tusuk di wajah, satu luka robek kepala sebelah kiri, dua luka tusuk di pinggang, dua luka tusuk di leher, dan tiga luka tusuk di dada. Korban diduga melakukan perlawanan sebelum dibunuh, karena terdapat memar atau lecet di tangan korban. Petugas Polres Semarang Timur yang didukung Satreskrim Polwiltabes, telah melakukan penyelidikan di lokasi kejadian. Sebuah pisau dapur dan cutter yang terkena darah, disita polisi. Enam orang yang diduga mengetahui kasus itu juga telah dimintai keterangan. Jenazah korban pun dibawa ke kamar mayat RSUP Dokter Kariadi untuk kepentingan autopsi. Jumat (1/12) pukul 11.00, penyidik Polsek Genuk, Polres Semarang Timur, dan Polwiltabes Semarang, melakukan reka ulang di lokasi kejadian. Seorang saksi Nur Akhid Nawawi (26) warga Suruh, Salatiga, dihadirkan untuk memperjelas kronologi penemuan mayat korban. Nur mengatakan, peristiwa itu diperkirakan terjadi Kamis (30/11) pukul 19.00. Sebelumnya, pukul 16.00, dia mengantar pulang bosnya Yusuf Wibowo (65) ke Jl Pandanaran I Semarang. Selain itu, dia juga mengantar seorang karyawati, Ana (27) yang indekos di kawasan Tanah Putih. Namun dia hanya mengantar sampai depan SPBU Jl Dr Cipto. ''Saat itu, Walno masih sehat. Kami mangantar bos menggunakan mobil pikap. Kami pulang pakai Honda Supra H-4099-SS milik perusahaan,'' tutur karyawan bagian gudang perusahaan suplier percetakan itu. Sebelum kembali ke perusahaan, dia mampir dulu ke sebuah bengkel di kawasan Tlogosari untuk ganti oli. Selanjutnya, mampir ke rumah teman di Ngablak Indah, Genuk. Dia sampai di perusahaannya pukul 18.00. ''Ketika tiba di perusahaan, pintu gerbang di bagian timur sudah terbuka. Saya masuk sambil mendorong pintu menggunakan kaki kiri. Lalu motor saya parkir di teras kantor,'' katanya. Semula, dia tidak menduga kalau di dalam gudang terjadi pembunuhan. Sebab setelah memarkir motor, dia pergi ke warung makan milik Kastur (46) yang tak jauh dari gudang. Dia sempat mengamati kalau salah satu kaca jendela kantor terbuka separo. Setelah makan di warung, dia pulang ke kantor untuk istirahat. Tertutup Kardus Dia memasuki kantor lewat pintu garasi. Saat pintu terbuka, dia melihat ceceran darah di dinding dan lantai. Dia bisa melihat dengan jelas ceceran darah yang ada di dalam dapur dan gudang, sebab lampu ruangan itu masih menyala. ''Dengan rasa takut, saya berjalan menyusuri ceceran darah itu sembari memanggil-manggil Walno. Darah itu menuju sumur. Ketika saya lihat, sumur tertutup sejumlah kardus bekas bungkus mesin,'' ungkap karyawan yang mengaku selama ini tidur satu kamar dengan korban. Begitu kardus-kardus itu dia buka, terlihat Walno duduk meringkuk di dalam sumur dan tak bergerak. Dia memanggil-manggil korban, namun tidak ada respons. Kepala korban dipenuhi darah. Khawatir ada apa-apa, dia berlari keluar dari lingkungan kantor untuk meminta tolong kepada Kastur, pemilik warung makan. Kastur pun berlari menuju lokasi kejadian. Melihat darah di wajah Walno, Kastur mengurungkan niatnya mengevakuasi korban. Dia lalu melaporkan kejadian itu ke petugas satpam LIK. Kemudian, petugas Satpam melanjutkan ke Polsek Genuk. ''Saya tidak berani memegang barang yang ada di lokasi, termasuk tubuh Walno. Itu bukan wewenang saya, biar polisi yang memeriksanya,'' ujar Kastur. Dari hasil penyelidikan, motor Supra X H-4355-DL, ponsel Nokia 6100, dan dompet berikut isinya milik korban, raib. Secara terpisah, seorang saksi mengaku mendapatkan kiriman SMS dari nomor yang tak dikenal pukul 22.00. Isinya, memberitahukan keadaan korban yang telah meninggal. Namun kata-kata dalam SMS itu berkesan mengejek. Kapolres Semarang Timur AKBP Drs Darto Juhartono melalui Kasatreskrim AKP Suwarto SH MH menegaskan, pihaknya masih menyelidiki kejadian itu secara intensif. Dia menduga kasus itu murni pembunuhan. Meski barang-barang milik korban raib, belum bisa dipastikan itu kasus perampokan. ''Kami masih mendalami kasus secara cermat, apakah itu pembunuhan atau tidak. Hingga kini (kemarin-Red) kami belum bisa memastikan, pelakunya orang dekat atau tidak,'' tutur dia. (G5-18m) |