logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 02 Desember 2006 KEDU & DIY
Line

Isna Arifah Rahmawati Juara I Olimpiade Matematika

SISWI Kelas VIII Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 (Model) Kebumen, Isna Arifah Rahmawati (13), meraih Juara I Olimpiade Matematika se-Jateng, pada 28 November lalu.

Siswi asal Desa Karangrejo Kutowinangun itu mampu menyisihkan sedikitnya 59 peserta wakil dari kabupaten/kota se-Jateng. Padahal, selain harus belajar, setiap hari waktunya nyaris tersita menjadi santriwati di Pondok Pesantren Al Islam di Kawedusan, Kebumen.

Sebagai santriwati, Isna harus bangun pagi untuk shalat subuh. Sehabis shalat, dia mulai disibukkan mengaji kitab Jurumiyah atau pendalaman tajwid bacaan Alquran dari KH Masngudin. Setelah mengaji, siswi kelahiran 4 Januari 1993 ini harus bersiap ke sekolah.

Kebetulan lokasi pondok dan MTsN 1 Kebumen di Jalan Tentara Pelajar itu tak terlalu jauh. Setelah sekolah, kurang lebih jam 13.30, Isna kembali ke pondok. Sehabis shalat zuhur, ia melakukan aktivitas rutin, mengaji berbagai kitab, antara lain kitab Mabadi dan kitab Sulam.

Sehabis shalat isya, dia baru bisa berkonsentrasi belajar mata pelajaran sekolah. Mengingat waktu yang padat itu, Isna mengaku kadang harus bangun pagi sebelum subuh untuk menyelesaikan pekerjaan rumah (PR).

Dengan banyak mengaji itu justru membuat pikiran Isna makin encer. Sejak kelas satu, ia selalu juara kelas. Penggemar matematika dan bahasa Inggris ini juga meraih juara 1 Olimpiade Matematika tingkat Kabupaten Kebumen, dan mengantarkan dia mengikuti lomba di tingkat Kanwil Depag Jateng.

Di Atas Rata-rata

Kepala MTsN1 Kebumen Drs Moh Dawamudin MAg menuturkan, sejak tiga bulan lalu ada 10 siswa-siswi yang digembleng oleh para guru yang dipimpin Drs Sugeng Wardjoko MEd (38). Dari sepuluh siswa-siswi terbaik itu, kemudian diambil dua anak untuk mewakili sekolah. Salah satunya Isna Arifah, yang menyabet juara I di tingkat kabupaten dan juara I pada Olimpiade Matematika se Jateng pada akhir November.

Sugeng, guru matematika yang juga lulusan S2 Deikin University Australia mengakui, kemampuan Isna memang setingkat di atas rata-rata anak yang pandai. Bahkan setiap diberi pertanyaan yang rumit, ia mampu memberikan pemecahan di luar dugaan gurunya.

Dalam Olimpiade Matematika, soal-soal yang diberikan bukan lagi soal rumus atau hitung-menghitung, melainkan lebih pada solusi atau problem solving. Tentu saja anak yang ikut lomba harus memiliki pengetahuan dasar matematika yang kuat, dan Isna Arifah mempunyai kemampuan itu. (Komper Wardopo-24)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA