logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 02 Desember 2006 KEDU & DIY
Line

Waduk Sempor Nyaris Mengering

  • Musim Tanam Makin Mundur

GOMBONG - Kondisi Waduk Sempor (7 km utara Gombong) Kebumen, saat ini makin kritis dan airnya nyaris habis. Volume air per 27 November lalu tinggal 6,5 juta meter kubik.

Sisa air yang ada tinggal di dasar waduk. Itu pun kedalamannya hanya sekitar dua sampai tiga meter. Perahu-perahu wisata sudah lama tak bisa beroperasi, sedangkan para pemancing makin susah mencari lokasi pemancingan.

Dengan kondisi tersebut, waduk ini tak mampu lagi mencukupi kebutuhan air bagi musim tanam gelombang I. Jika tidak segera turun hujan, musim tanam sawah irigasi Waduk Sempor yang tersebar di Kecamatan Gombong, Kuwarasan, Karanganyar, Adimulyo dan Sruweng, akan semakin mundur.

Dari luas sawah 1.665 hektare yang masuk musim tanam gelombang I, hanya 1.068 hektare yang mampu teraliri. Kepala Dinas Sumber Daya Air, Pertambangan dan Energi Kebumen Sunardjo Budiman ST MM saat dihubungi kemarin mengakui, persediaan air Waduk Sempor tinggal 6.555.000 meter kubik. Artinya, kondisi tersebut sudah sangat kritis.

Menurutnya, semestinya dalam musim tanam gelombang I ini, sebanyak 1.665 hektare sawah bisa dioncori. Namun, setelah dilakukan penggiliran, hanya mampu mengairi 1.068 hektare. Secara keseluruhan, daerah irigasi Waduk Sempor adalah 6.478 hektare.

Waduk Wadaslintang

Dia menjelaskan, pada pertengahan September lalu sudah melakukan rapat koordinasi bersama Panitia Irigasi dan Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A), untuk menyikapi musim kemarau yang panjang. Saat itu telah diputuskan, petani yang irigasinya tidak tercukupi dari waduk, maka masa tanamnya harus menunggu air hujan.

Sunardjo mengutip ramalan Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Semarang, yang memperkirakan hujan mulai turun pada minggu kedua dan ketiga Oktober. ''Sayangnya, hingga awal Desember ini hujan belum juga turun secara deras.''

Waduk Wadaslintang di perbatasan Kabupaten Wonosobo dan Kebumen, kondisinya juga mulai mengkhawatirkan. Volumi efektif air waduk di utara Prembun Kebumen itu adalah 412 juta meter kubik.

Namun per 27 November lalu, volumenya tinggal 117 juta meter kubik atau sekitar seperempatnya.

Waduk Wadaslintang selama ini mampu mengoncori sekitar 24.000 hektare sawah.

Sebagian besar di Kabupaten Kebumen bagian tengah dan timur, dan sekitar 10.000 hektare sawah di Kabuaten Purworejo.(B3-24)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA