| Sabtu, 02 Desember 2006 | KEDU & DIY |
Dua Musisi Klasik Gelar Konser di UGMYOGYAKARTA- Dua musisi klasik berkelas, masing-masing Ary Sutedja pada piano dan Asep Hidayat untuk cello, Sabtu (2/12) besok bakal unjuk kebolehan di Auditorium Fakultas Kedokteran UGM. Konser oleh Karta Pustaka kerja bareng Jak Art, digelar Sabtu (2/12) besok di Universitas Gadjah Mada. Pertunjukkan itu merupakan rangkaian tur ke seluruh Indonesia, yang diadakan kedua musisi dengan misi mendekatkan musik klasik kepada pecintanya. Mereka akan menggelarnya di 15 kota. Antara lain Bandar Lampung, Padang Panjang, Jakarta, Balikpapan, Kutai Kertanegara, Manado, Palu, Makassar, Bandung, Semarang, Surabaya, Malang, Denpasar, Kupang, dan Yogyakarta. ''Ary Sutedja dan Asep Hidayat merupakan dua musisi klasik ternama di Indonesia,'' kata Anggi Minarni, Direktur Karta Pustaka, kepada Suara Merdeka, Kamis (30/11). ''Konser ini pasti diminati banyak pecinta musik klasik di Jateng dan Yogyakarta,'' ujarnya. Menurut Anggi, Ary Sutedja merupakan musisi klasik yang pernah meraih gelar Master of Music bidang Seni Pertunjukan Piano, dengan predikat summa cumlaude, dari Towson University Baltimore, Maryland, Amerika Serikat, pada 1992 dibimbing Reynaldo Reyes. Dia juga mendapat penghargaan Outstanding Achievement in Music, memenangi Peggy and Yale Gordon Foundation Scholarship serta Talent Award Competition. Ary kemudian melanjutkan sekolah musik di St Petersburg Conservatory, Rusia, dibimbing Sovia Vakman, Sergey Uryvaey, dan Valery Visneysky. Sementara guru-gurunya di Indonesia, antara lain Irawati M Sudiarso. Pengalamannya naik panggung, dia pernah mengikuti tur bersama Bremen Opera Theater di Jerman sebagai pianis pengiring di bawah arahan Kaplellmeister Gunther Bauemschenk, tahun 1993. Kemudian kembali ke Indonesia. Festival Seni Tahun 1994, bersama Soun Youn Yoon (hobois dari Korea) dan Sharon Eng (violis dari Amerika Serikat) mendirikan kelompok Nuansa Klasik, serta mengadakan konser di berbagai negara. Antara lain Indonesia, Korea, Thailand, Inggris, AS, Kuwait, dan Australia. Tahun 1999 bersama suaminya, Mikhail David, dia mendirikan Jak Art, sebuah festival seni, budaya, dan pendidikan yang diadakan secara tahunan di Jakarta. Saat ini, tutur Anggi, Ary menjadi anggota Dewan Kesenian Jakarta dan anggota eksekutif Association of Asian Performing Arts Festival. Sementara, Asep Hidayat mengawali studi khusus cello di Sekolah Menengah Musik Yogyakarta, dibimbing Yoesbar Djaelani dan kemudian melanjutkan ke Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta) dibimbing cellis Belanda, Rene Berman. Dia memperoleh beasiswa dari Pemerintah Jepang untuk melanjutkan studi pada cellis asal Jepang, Mr Aichi Oki di Osaka Kyoiku University. ''Keduanya aktif mengadakan pertunjukkan solo piano dan musik kamar di dalam dan luar negeri,'' tambah Anggi. (sgt-39s) |