| Sabtu, 02 Desember 2006 | INTERNASIONAL |
Adik Presiden Sri Lanka Luput dari Ledakan BomKOLOMBO - Adik Presiden Sri Lanka, yang juga menteri pertahanan, luput dari serangan bom bunuh diri di ibu kota Kolombo, Jumat kemarin. Dua personel pasukan keamanan tewas akibat ledakan di Kolombo tengah itu, dan 12 lainnya terluka. Kantor Presiden Mahinda Rajapakse mengatakan Gothabaya Rajapakse tidak terluka. Kantor itu menuding Macan Pembebasan Tamil Eelam (LTTE) sebagai pelaku bom bunuh diri itu. ''Setelah ledakan, dia langsung datang ke kantor presiden dan memeluknya,'' kata Sudath Silva, kamerawan resmi Presiden Mahinda. ''Darah di bajunya berasal dari pengawal keamanannya.'' Dalam insiden terpisah, penduduk menuturkan dua tentara tewas dalam ledakan ranjau antipersonel di luar rumah sakit utama di semenanjung Jaffna yang dikuasai militer. Semenanjung itu terputus dari bagian lain pulau itu oleh garis-garis pemberontak. Serangan itu terjadi hanya beberapa hari setelah pemimpin bayangan LTTE, Velupillai Prabhakaran, mengatakan kelompok itu melanjutkan perjuangan kemerdekaannya. Para analis menyatakan hal itu berarti babak baru dalam dua dasa warsa perang saudara tampaknya akan meningkat. LTTE membantah terlibat dalam pengeboman di Kolombo, namun sementara orang percaya bantahan yang sering mereka lontarkan. Tim pemantau gencatan dari Norwegia mengatakan serangan itu penunjuk pada pemberontak. ''Ledakan itu memperlihatkan merode yang digunakan LTTE di masa lalu,'' kata Misi Pemantau Sri Lanka (SLMM) dalam pernyataan. ''SLMM mendesak semua pihak menghormati Kesepakatan Gencatan Senjata dan meninggalkan kerusuhan.''(rtr-niek-26) |