| Sabtu, 02 Desember 2006 | INTERNASIONAL |
Tanah Longsor di Filipina Tewaskan 400 OrangMANILA - Lebih dari 400 orang tewas di Filipina tengah setelah hujan lebat dan angin kencang menyebabkan berton-ton lumpur dan batu-batu sebesar mobil mengubur sejumlah desa. Hujan dan angin itu terjadi akibat terjangan topan Durian, kata kepala Palang Merah lokal, Jumat kemarin. Durian, yang disertai angin berkecepatan lebih dari 225 kilometer per jam, bergerak ke Laut China Selatan setelah menerjang Filipina sejak Kamis pagi. Topan tersebut diperkirakan melemah menjadi badai tropis sebelum melanda Vietnam, Senin lusa. Komunitas di dekat Gunung Mayon terkubur setelah Durian mengeluarkan gundukan sampah dari lereng gunung tersebut. Mayon merupakan gunung api aktif yang terletak sekitar 320 km di selatan Manila. ''Terdapat banyak laporan yang berlainan namun, melihat kecenderungan yang terjadi, kami mendapati sekitar 300 sampai 400 orang tewas pada Kamis malam,'' kata Richard Gordon, seorang senator yang juga kepala Palang Merah Filipina, kepada televisi lokal. Jadi Gurun Sekitar 11.000 orang kehilangan tempat tinggal dan infrastruktur rusak, antara lain aliran listrik, dan saluran telepon putus, jembatan terendam air, dan jalan-jalan terkubur tanah longsor. ''Kawasan itu menjadi gurun,'' kata Noel Rosal, wali kota di daerah Bicol, Filipina tengah. Diberi nama seperti buah, topan itu merupakan yang keempat yang menerjang Filipina dalam tiga bulan. Ramalan cuaca memperkirakan satu topan lagi sebelum akhir tahun ini. September lalu, 213 orang tewas ketika Topan Xangsane menghantam bagian utara dan tengah negara itu. Topan tersebut menyebabkan jutaan orang tidak teraliri listrik atau kehabisan air bersih selama beberapa hari. Xangsane juga menewaskan sejumlah orang di Vietnam. Di satu desa dekat Mayon, tentara mengunakan tangan untuk menggali mayat dari dalam lumpur. Seorang wanita yang sedang mengandung ditarik dalam keadaan hidup dan dibawa ke rumah sakit. ''Tangan dan kaki beberapa korban tewas ditarik keluar dari lumpur,'' kata Kolonel Robert Morales, wakil komandan di Bicol. Badan-badan penanggulangan bencana menyerukan air bersih, obat-obatan, dan kantung mayat. Ribuan orang yang dievakuasi ditempatkan di sejumlah sekolah dan gereja, sedang beberapa penduduk menyelamatkan diri di atap-atap rumah. Durian, yang satu derajat d bawah ''topan super'' kategori 5, menyebabkan kerusakan di seluruh bagian tengah dan utara Filipina, memengaruhi sekitar 22.000 orang, menyebabkan pesawat-pesawat tidak mengudara, dan perjalanan laut terhenti. (rtr-niek-26) |