| Sabtu, 02 Desember 2006 | INTERNASIONAL |
Pertempuran Berkobar di Bagdad TengahBAGDAD - Situasi di Irak makin memanas Jumat kemarin setelah pertemuan Perdana Menteri Irak Nuri al-Maliki dan Presiden Amerika Serikat George W Bush. Bentrokan senjata dan serangkaian ledakan bom pecah di Bagdad. Helikopter-helikopter AS memuntahkan peluru di Bagdad pusat, sementara pasukan AS dan Irak baku tembak dengan kelompok militan dalam operasi gempuran terhadap militan. Pertempuran berkobar ketika pasukan tentara bergerak masuk ke wilayah Fadhil, yang dikenal sebagai basis gerilyawan Suni. Militan-militan menembaki pasukan tentara dari persembunyian mereka di rumah-rumah. Padahal, sehari sebelumnya Maliki mengatakan pasukannya dapat mengambil alih tanggung jawab keamanan dari tentara Amerika pada Juni. Hal itu dikemukakannya setelah bertemu Bush di Amman, Yordania. Maliki terus mendapat tekanan untuk meredam konflik sektarian dan menumpas kelompok-kelompok bersenjata yang masih berkeliaran di ibu kota. Menurut saksi mata, dua helikopter Apache AS terbang rendah berputar-putar di atas kawasan Fadhil. Senapan mesin dari helikopter menumpahkan peluru ke jalan-jalan. Belum diperoleh informasi detil mengenai operasi itu. Namun, Kementerian Dalam Negeri menyatakan seorang prajurit tewas dan sembilan orang terluka. Seorang pejabat Kementerian Pertahanan mengatakan, sebanyak 28 tersangka ditangkap. Militer AS tidak bersedia memberikan pernyataan. Serangan Bom Pasukan AS sebelumnya menggelar beberapa kali operasi di dan sekitar Bagdad. Operasi itu menewaskan dua orang gerilyawan Al Qaedah. Sementara itu, serangkaian ledakan bom di pasar hewan dan beberapa tempat di Bagdad menewaskan lima orang. Ledakan bom mobil di pasar Ghazil saja menewaskan tiga orang dan melukai 22 orang. Serangan bom itu terjadi hanya selang satu jam sebelum larangan mengendara mobil diberlakukan. Pada jam-jam tertentu, militer memang memberlakukan masa bebas kendaraan untuk mencegah serangan bom mobil. Di kawasan Husseiniya, sebelah utara ibu kota, sebuah bom mobil menewaskan dua orang dan mencederai 13 orang. Sedangkan, di kota minyak Kirkuk, seorang pengebom menyerang regu patroli AS. Namun, justru empat warga sipil yang terluka. Seusai pertemuan dengan Bush, Maliki mengatakan pasukan Irak sudah akan mampu mengambil alih komando keamanan dari pasukan AS mulai Juni 2007. Sehingga, AS bisa mulai menarik pulang pasukannya. ''Saya tidak dapat menjawab atas nama pemerintahan AS namun saya dapat memberitahu kalian bahwa pasukan kami akan siap pada Juni 2007,'' kata Maliki kepada televisi BBC.(rtr-gn-25) |