| Sabtu, 02 Desember 2006 | EKONOMI |
Kecil, Alokasi RAPBD untuk UKMSEMARANG- RAPBD Jateng 2007 dinilai kurang sesuai dengan skala prioritas pembangunan ekonomi. Wakil Ketua Komisi B DPRD Jateng Agus Abdul Latief mengatakan, indikasi itu tercermin dari menurunnya anggaran untuk program pengembangan dan pemberdayaan Usaha Kecil Menengah (UKM) dan Industri Kecil Menengah (IKM). ''Di RAPBD 2007 alokasi untuk UKM hanya Rp 14,97 miliar. Sementara pada 2004 tercatat Rp 8,42 miliar, 2005 (Rp 10,14 miliar), dan pada 2006 Rp 16,27 miliar,'' katanya. Menurut Latief, terjadi inkonsistensi visi misi gubernur dalam distribusi anggaran terlihat dari prioritas dari alokasi untuk UKM yang turun 2,12 % sementara bidang pariwisata naik 3,3% atau senilai Rp 15,49 miliar. Hal itu tidak sebanding dengan kenaikan pendapatan sebesar 16,17 % jika dibandingkan APBD 2006 yang mencapai Rp 3,587 triliun. Alokasi UKM itu juga jauh di bawah kenaikan belanja daerah yang mencapai 13% dari total RAPBD 2007. Belanja daerah dianggarkan mencapai Rp 3,970 trilun. Wakil Gubernur H Ali Mufiz MPA mengatakan, jumlah UKM yang telah dibina meningkat dari tahun ke tahun. ''UKM yang telah dibina Pemprov Jateng pada 2002 41.968 buah, 43.168 UKM (2003), 45.295 UKM (2004), dan sampai akhir 2005 tercatat 49.445 UKM.'' (H7,G17-59) |